Untuk ini, DLH Dharmasraya periksa sampel air sungai Batang Siat

id berita dharmasraya,berita sumbar,air

Untuk ini, DLH Dharmasraya periksa sampel air sungai Batang Siat

Tangkapan layar Air Sungai Batang Siat di Nagari Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar yang berubah warna menjadi hitam pekat, Selasa (31/8). (Antarasumbar/Dok Grup Whatsap Team Reaksi Cepat Bencana Dharmasraya)

Tim sudah turun Minggu (29/8) sekaligus mengambil sampel air untuk dilakukan penelitian labor,
Pulau Punjung (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) telah mengambil sampel air untuk mengetahui penyebab air sungai Batang Siat di Nagari (desa adat) Koto Salak yang berubah warna menjadi hitam pekat berapa waktu lalu.

"Tim sudah turun Minggu (29/8) sekaligus mengambil sampel air untuk dilakukan penelitian labor," kata Kepala Bidang Penataan Dan Pentaatan DLH Dharmasraya, Lasmiati di Pulau Punjung, Selasa.

Ia mengatakan penelitian dilakukan di laboratorium di Padang dan sempel tersebut sudah dikirim Senin (30/8), kemudian hasilnya akan diketahui dalam beberapa minggu ke depan.

Menurut dia pihaknya juga telah mengkonfirmasi serta mengumpulkan data ke PT DSL, perusahaan yang bergerak dibidang CPO tersebut diketahui berada dekat dengan aliran sungai Batang Siat.

"Apakah perubahan warna air Sungai Batang Siat akibat pencemaran limbah belum dapat dipastikan, tentu kita menunggu hasil labor terlebih dahulu," katanya.

Sebelumnya warna air sungai Batang Siat Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak berubah warna menjadi hitam pekat. Informasi tersebut pertama kali dibagikan Walinagari Koto Salak, Afriwandi di grup aplikasi pesan singkat Whatsapp Team Reaksi Cepat Bencana, Minggu (29/8) sekitar pukul 09.39 WIB.

Dalam postingan itu walinagari membagikan vidio berdurasi empat menit satu detik dengan keterangan "berubahnya warna air Batang Siat diduga bocornya limbah pabrik PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL) yang berada tidak jauh kawasan tersebut,".

Afriwandi membenarkan hal itu dan mempersilakan informasi tersebut untuk dikutip.

"Iya benar, silahkan. Pada hari itu pihak kepolisian juga sudah meninjau ke lapangan," katanya.

Menurut dia sungai tersebut merupakan salah satu kebutuhan masyarakat seperti mencari ikan, mencuci dan mandi disaat musim kemarau tiba. Ia meminta kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut.

"Kami berharap pihak terkait segara mengetahui penyebab air itu berubah warna menjadi hitam pekat," ungkap dia.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021