Logo Header Antaranews Sumbar

Kapolda Jatim pastikan situasi terkendali pascaledakan di masjid Jember

Selasa, 17 Maret 2026 17:37 WIB
Image Print
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mapolres Jember, Selasa (17/3/2026). Keterangan pers itu terkait penjelasan ledakan di Masjid Raya Pesona di Perumahan Pesona Regency, Kabupaten Jember. (ANTARA/HO-Humas Polres Jember)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memastikan situasi terkendali pascaledakan di Masjid Raya Pesona yang berada di kawasan Perumahan Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Petugas langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian, bahkan penanganan dibantu tim gabungan dari Polres Jember dan Polda Jatim, termasuk unit identifikasi, Laboratorium Forensik (Labfor), tim penjinak bom (Jibom), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Selasa.

Menurutnya, kondisi terkini di lokasi sudah dalam keadaan terkendali dan petugas masih melakukan sterilisasi area guna memastikan situasi benar-benar aman, serta hasil penyelidikan awal menunjukkan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di Perumahan Pesona Regency agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan," tuturnya.

Ia mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan rutin selama Ramadhan seperti biasanya karena aparat kepolisian akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin keamanan masyarakat pascaledakan.

"Aparat kepolisian akan berjaga di Masjid Raya Pesona itu sampai kondisi benar-benar kondusif dan tidak memerlukan pengamanan. Kami akan jaga situasi kembali kondusif," katanya.

Nanang menjelaskan pihaknya akan melepas garis polisi (police line) setelah penyelidikan di lokasi kejadian selesai, sehingga masjid tersebut bisa digunakan kembali untuk melaksanakan ibadah karena sudah menjelang akhir bulan suci Ramadhan.

Sementara salah seorang warga di sekitar masjid, Teguh Muharjono mengatakan peristiwa ledakan itu terjadi menjelang akhir shalat tarawih, bahkan imam masjid masih melanjutkan rakaat terakhir karena kurang satu rakaat.

"Ketika selesai shalat, langsung jamaah berhamburan keluar masjid dan sumber ledakan berasal di sekitar tempat wudhu laki-laki. Kotak besi yang diduga sebagai sumber ledakan itu biasanya digunakan untuk menyimpan sarung," tuturnya.

Sebagian warga dikabarkan masih trauma untuk shalat di masjid tersebut karena ledakan yang terjadi pada Senin (16/3) malam dan berharap situasi kembali kondusif karena menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026