Kuota pupuk subsidi berkurang, petani sawit Pasaman Barat diminta gunakan pupuk organik

id pupuk organik,pupuk subsidi,kelapa sawit,Pasaman barat

Kuota pupuk subsidi berkurang, petani sawit Pasaman Barat diminta gunakan pupuk organik

Pupuk kompos. (babel.antaranews.com/kasmono)

Simpang Empat (ANTARA) - Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menyarankan agar petani perkebunan kelapa sawit di daerah itu menggunakan pupuk organik karena keterbatasan pupuk subsidi saat ini.

"Ketersediaan pupuk bersubsidi sangat terbatas. Jika dibeli pupuk nonsubsidi harga mahal. Maka saya sarankan agar pupuk organik dipakai," kata Kepala Dinas Perkebunan Pasaman Barat, Edrizal di Simpang Empat, Sabtu.

Ia mengatakan penggunaan pupuk organik tentu menjadi solusi bagi petani sawit saat pupuk langka dan mahal.

Apalagi, ketersediaan bahan untuk membuat pupuk organik cukup tersedia. Mulai dari kotoran ternak sampai pelapukan tanaman.

"Kami siap memberikan pendampingan untuk bekerja sama membuat pupuk organik," katanya.

Ia menyebutkan permasalahan pupuk subsidi yang terbatas merupakan permasalahan secara nasional terutama Pasaman Barat.

"Kuota terbatas sedangkan kebutuhan tinggi. Kami sudah mengajukan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) berapa kebutuhan petani. Namun realisasinya sangat jauh kurang," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk saat ini pupuk jenis urea sesuai RDKK sebanyak 47.150 ton pertahun /tahun, sedangkan alokasi atau kuota hanya 2.560 ton pertahun. Pupuk jenis SP36 dengan RDKK 12.850 ton pertahun alokasinya hanya alokasi 2.880 ton pertahun, pupuk ZA dengan RDKK 38.200 ton per tahun alokasinya hanya 1.851 ton per tahun dan pupuk NPK RDKK 98.300 ton per tahun, alokasi hanya1.812 ton.

"Artinya dengan jumlah kebutuhan yang tinggi sementara alokasi atau kuota yang rendah membuat pupuk subsidi terbatas dan langka," katanya.

Ia menambahkan informasinya secara nasional kebutuhan pupuk bersubsidi di Indonesia sebesar 23 juta ton per tahun.

Sementara hingga saat ini baru terpenuhi sekitar sembilan juta ton per tahun. "Dengan keterbatasan pupuk itu maka kita menyarankan petani pakai pupuk organik," ajaknya.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar