Razia tim gabungan BNNK Pasaman Barat di Lapas Talu, ini yang ditemukan

id berita pasaman barat,berita sumbar,razia

Razia tim gabungan BNNK Pasaman Barat di Lapas Talu, ini yang ditemukan

Tim gabungan BNNK Pasaman Barat saat melakukan razia di Lapas Talu Kecamatan Talamau. Razia yang dilakukan itu tim pada Selasa (6/4) malam menemukan sejumlah barang-barang yang dilarang mulai dari handphone, korek api dan gunting. (Antarasumbar/BNNK Pasaman Barat)

Razia gabungan itu serentak dilakukan di seluruh Rutan dan Lapas di Indonesia,
Simpang Empat (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat, Sumatera Barat menemukan handpone, korek api, gunting kuku milik warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Talu Kecamatan Talamau.

"Petugas menyita barang tersebut karena barang itu tidak boleh ada di dalam sel" tegas Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry usai melakukan razia gabungan di Lapas itu, Rabu.

Ia mengatakan razia gabungan itu dilakukan pada Selasa (6/4) malam bersama Polri dan TNI.

Menurutnya barang itu ditemukan di dalam sel saat pelaksanaan razia.

Sementara hasil pemeriksaan tes urine tidak ditemukan tahanan yang positif menggunakan narkoba.

Ia menjelaskan razia itu dilakukan menindaklanjuti instruksi dari Direktur Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dalam menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban dalam rangka hari ulang tahun pemasyarakatan ke-57.

"Razia gabungan itu serentak dilakukan di seluruh Rutan dan Lapas di Indonesia," katanya.

Razia pemeriksaan ruang sel Lapas Talu melibatkan personil Polisi dan TNI bersama Pelaksana Tugas Kasi Pemberantasan Aipda Yuliswandi beserta personil Pemberantasan BNNK Pasaman Barat.

Razia dilaksanakan di tujuh kamar sel tahanan. Dimana enam sel pria dan satu sel wanita yang terdiri dari tahanan tindak pidana umum dan tahanan tidak pidana narkotika.

"Tidak ditemukan narkoba saat razia itu. Kita berharap kerja sama semua pihak dalam memberantas narkoba di Pasaman Barat," ujarnya. ***2***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar