Pariaman, 30/5 (Antara) - Penggemar sepeda onthel dari berbagai klub di Kota Padang dijadwalkan turut memeriahkan pembukaan ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2013 etape VI di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (8/6). "Rencananya ada sekitar 50 pesepada. Mereka berasal dari beberapa klub penggemar sepeda onthel di Kota Padang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pariaman Tundra Laksamana usai Gelar Pasukan Persiapan TdS 2013 bersama Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman dan Instansi Terkait di Halaman Balai Kota Pariaman, Kamis. Dia menjelaskan, ke-50 pesepeda yang menggunakan onthel itu dijadwalkan akan mengisi garis start bagian belakang. Mereka baru akan mengayuh dengan pelan ketika para pebalap mulai meninggalkan garis start. "Mereka akan berkonvoi menyisiri semua rute TdS kota," imbuhnya. Dia menambahkan, selain berkonvoi menggunakan sepeda tua dari berbagai merek dan tahun keluaran, para onthelis, sebutan untuk penggemar sepeda onthel, tersebut juga dijadwalkan akan mengenakan pakaian khas zaman kolonial. "Para pesepeda dijadwalkan akan berpakaian khas, seperti zaman pejajahan Jepang dan Belanda dulu," ujarnya. Sementara itu, berdasarkan jadwal, para pebalap akan memulai TdS etape VI di Pantai Gandoriah, dengan melewati Jalan Nasir Nasar-Jl. Rasyid Baroneng-Pantai Kata-Jl Syekh Burhanuddin-Lohong-Kampung Baru-Taratak-Jl. Imam Bonjol dan Simp. Lapai. Selanjutnya, menuju Jalan W.R Mongondisi-By Pass-Simp. Apar-W.R Supratman-Kampung Pondok-Simp. Tabuik-Jawi-Jawi-Jl. Sudirman-Jl. Imam Bonjol-Simp. Lapai-Soekarno Hatta-Simp. Jagung-Jl. Zaini-Simp. Basoka dan Jembatan Kurai Taji. Setelah itu, para pembalap akan meninggalkan Kota Pariaman menuju garis finis di Painan di Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara, di samping akan dimeriahkan konvoi onthel, Disbudpar setempat juga telah menyiapkan serangkaian tari-tarian khas untuk menyambut para pembalap, tamu, da ofisial pada pembukaan etape VI tersebut. "Kita juga telah siapkan Tari Pasambahan, Tari Tabuik, dan Gandang Tasa. Serta, kolaborasi musik modern dan tradisional melalui sajian band dan talempong kreasi," imbuhnya. (**/naa/jno)
Konvoi Onthel Meriahkan Pembukaan TdS Etape VI
Ilustrasi konvoi ontel. (Antara)
