151 siswa SMK PP Negeri Padang Mengatas ikuti uji kompetensi profesi bidang peternakan

id berita limapuluh kota,berita sumbar,sapi

151 siswa SMK PP Negeri Padang Mengatas ikuti uji kompetensi profesi bidang peternakan

Siswa SMK PP Padang Mengatas sedang melakukan inseminasi buatan. (Antarasumbar/Akmal Saputra)

Siswa yang mengikuti merupakan siswa kelas XII. Secara total siswa kelas XII kita kan 237, untuk kali ini baru 151 yang ikut. Dalam waktu dekat sisanya akan menyusul,
Sarilamak (ANTARA) - 151 orang siswa SMK PP Negeri Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang sudah duduk di kelas XII mengikuti uji kompetensi profesi di bidang peternakan.

"Uji kompetensi kali ini merupakan pelaksanaan yang keempat dan bekerja sama dengan LSP P2 Kementerian Pertanian dan LSP P3 Pertanian Nasional Malang," kata Kepala SMK PP Negeri Padang Mengatas, Syarbaini di Padang Mengatas, Kamis.

Pada tahun ini pelaksanaan juga ikut dibantu dengan aksesor teknis dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato dan Balai Pengembangan Sapi Unggul Padang Mengatas.

Secara total, pelaksanaan kali ini ada 151 siswa yang akan mengikuti uji kompetensi dengan empat okupasi, yakni inseminasi buatan, operator farm unggas petelur, operator farm unggas pedaging dan vaksinator.

"Siswa yang mengikuti merupakan siswa kelas XII. Secara total siswa kelas XII kita kan 237, untuk kali ini baru 151 yang ikut. Dalam waktu dekat sisanya akan menyusul," ujarnya.

Ia mengatakan para siswa yang nantinya dinyatakan berkompeten akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan dapat digunakan untuk wilayah Asia.

"Sehingga nantinya siswa kami dapat menggunakan sertifikatnya ini untuk di Asia. Mereka bukan hanya tenaga kerja, tapi menjadi tenaga profesional," ujarnya.

Pihaknya optimis seluruh siswa yang mengikuti uji kompetensi ini akan ditentukan berkompeten karena para siswa sudah dibekali sebelum melakukan uji kompetensi.

"Siswa ini juga telah melakukan magang selama empat bulan. Kalaupun nantinya ada hal yang dinilai masih belum kompeten, nanti dalam waktu satu bulan akan kami berikan pengarahan kembali," kata dia.

Ia mengharapkan nantinya seluruh siswa yang mengikuti uji kompetensi ini ditetapkan berkompeten. Sehingga dapat dipergunakan ketika lulus dari sekolah.

"Kalau sudah punya sertifikat ini, tentu mereka tidak hanya memiliki kemampuan tapi juga memiliki pengakuan dalam bekerja," kata dia.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Asricun mengharapkan agar nantinya lulusan SMK PP ini telah siap langsung bekerja ketika dinyatakan lulus dari sekolah.

"Setelah lulus siswa kita ini akan mendapatkan sertifikat yang berlaku untuk kawasan Asia, semoga mereka siap untuk bekerja atau bahkan menyiapkan lapangan kerja mereka sendiri di samping melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar