Logo Header Antaranews Sumbar

Flu Unggas Menyebabkan Industri China Merugi 6,5 Miliar Dolar

Senin, 20 Mei 2013 16:25 WIB
Image Print

Beijing, (Antara/AFP) - Flu unggas dengan virus H7N9, yang menyerang manusia, telah menyebabkan industri unggas China merugi sekitar 40 miliar Yuan atau setara dengan 6,5 miliar dolar AS, kata pejabat pemerintah yang disiarkan oleh media resmi pemerintah, Senin. Sektor industri unggas kehilangan sekitar satu miliar yuan rata-rata setiap hari sejak akhir Maret, tulis Beijing Times, yang mengutip keterangan Li Xirong Kepala Layanan Peternakan Nasional. Virus H7N9 telah menular pada 130 orang di China dan merenggut 35 korban jiwa sejak ditemukan pada manusia untuk pertama kali, menurut data resmi terbaru. Penjualan produk unggas jungkir balik dan harganya anjlok, kata Li, sehingga menimbulkan masalah keuangan dan pengangguran. Petugas Kementerian Pertanian, Wang Zongli, mengatakan badan pemerintah seharusnya memberi contoh yang baik pada masyarakat dengan memperlakukan produk unggas secara tepat, laporan itu menambahkan. Di tengah keyakinan untuk bangkit kembali, petugas pemerintah dan pimpinan industri unggas terkemuka di provinsi Shandong menyelenggarakan pekan makan siang ayam, menurut media setempat. China menunjukkan keamanan pangan yang mengkhawatirkan pada beberapa tahun belakangan ini, termasuk adanya pencampuran bahan melamin pada produk susu pada 2008 yang menyebabkan sedikitnya enam bayi meninggal dan 300 ribu lagi sakit. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026