Virus Flu Unggas Ditemukan pada Kotoran Bebek Liar di Belanda

id Virus Flu Unggas Ditemukan pada Kotoran Bebek Liar di Belanda

Den Haag, (Antara/Xinhua-OANA) - Di dalam dua sampel kotoran dari bebek liar di sekitar Kamerik, Provinsi Utrecht, flu unggas sangat patogenik jenis H5 ditemukan, kata Kementerian Urusan Ekonomi Belanda pada Senin malam (1/12). Pengambilan sampel tersebut adalah bagian dari penyelidikan mengenai kemungkinan peran burung liar dalam penyebaran flu unggas di Belanda. Penyelidikan itu masih berlangsung. Analisis lebih lanjut terhadap kedua sampel yang tercemar dari Kamerik tersebut diharapkan bisa mengungkap apakah itu adalah virus H5N8 lagi. Virus sangat menular H5N8 tak ditemukan pada 1.500 burung liar yang diteliti sebelumnya. Penularan pertama wabah paling akhir flu unggas di Belanda terjadi pada 15 November di satu peternakan unggas di Hekendorp di Provinsi Utrecht. Lima hari kemudian, virus tersebut muncul di satu peternakan di Desa Ter Aar di Holland Selatan, lalu diikuti oleh dua penularan pada satu peternakan ayam dan satu peternakan bebek di Kamperveen di Provinsi Overijssel. Semua penularan flu unggas itu melibatkan varian H5N8. Menurut hasil penyelidikan awal oleh Lembaga Peternakan Sentral (CVI), sangat mungkin bahwa di Hekendorp, Ter Aar dan Kamperveen kemunculan terpisah telah terjadi, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Pada 23 November, Kementerian Urusan Keonomi Belanda memberlakukan pendekatan regional guna memerangi penyebaran flu unggas. Negara itu terbagi menjadi empat wilayah unggas. Kontak antara wilayah tersebut dikurangi sampai tingkat minimum. Semua tindakan dirancang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Sharon Dijksma, Sekretaris Negara bagi Kementerian Urusan Ekonomi Belanda, pada Senin menyatakan di dalam satu surat kepada Parlemen bahwa ia mungkin akan melancarkan langkah baru guna memerangi flu unggas pada 2 Desember, ketika satu pertemuan dijadwalkan dengan wakil dari industri unggas di negeri tersebut. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.