Lubukbasung, (Antara) - Pohon medang (Litsea Sp) raksasa yang memiliki lingkaran 11,4 meter dan berdiameter 3,6 meter tumbuh terjaga di hutan rakyat Nagari Koto Malintang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. "Ini berdasarkan data yang kita peroleh di lapangan. Pohon ini merupakan pohon terbesar di Indonesia, karena saat ini pohon terbesar di Indonesia berada di Kalimantan Timur dengan jenis ulin berdiameter 2,4 meter," kata Pelaksana harian (Plh) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam Isman Imran didampingi Kabid Kehutanan Asniwirman di Lubukbasung, Rabu. Dia mengatakan, pohon ini tumbuh di hutan rakyat dengan jarak dari perkampungan sekitar 600 meter dan masih banyak terdapat kayu dengan berdiameter satu sampai dua meter yang tumbuh di lokasi tersebut. Masih bertahannya pohon medang raksasa ini, kata dia, merupakan bentuk kepedulian masyarakat Koto Malintang dalam melestarikan hutan tersebut dengan cara tidak memperbolehkan masyarakat menebang pohon baik di hutan rakyat maupun di perkarangan rumah mereka. "Apabila mereka menebang pohon untuk keperluan pembangun rumah, maka mereka harus mendapatkan izin dari pemilik lahan, ninik mamak atau kepala kampung, Kerapatan Adat Nagari (KAN), wali jorong dan wali nagari," katanya. Selain itu, masyarakat yang akan menikah diwajibkan untuk menanam lima pohon diperkarangan rumah. Kedepan, pohon dengan usia sekitar 150 tahun ini akan dilakukan pelelangan nama secara internasional seperti pohon bupati, gubernur, presiden dan lainnya. Dana hasil pelelangan ini akan digunakan untuk pembangunan nagari. "Rencana lelang nama ini akan kita sampaikan ke Provinsi Sumbar, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan lainnya," katanya. Isman Imran berharap kepedulian masyarakat dalam melestarikan hutan rakyat bisa mencontoh program Nagari Koto Malintang, sehingga hutan terjaga dan Kabupaten Agam terhindar dari bencana alam. Kabupaten Agam dengan luas daerah sekitar 2.232,30 km2 memiliki hutan seluas 104.109 hektar dengan rincian cagar alam seluas 31.729 hektar, hutan lindung seluas 31.560 hektar, hutan produksi 6.040 hektar, hutan produksi terbatas 20.650 hektar dan hutan produksi konservasi seluas 14.130 hektar. (**/ari/jno)
Pohon Medang Raksasa Tumbuh di Agam
Kepala Bidang Kehutanan Asniwirman melihat pohon medang raksasa di Koto Malintang.
