Seluruh kantor lurah di Padang sediakan internet gratis bagi pelajar, saran legislator

id berita padang,berita sumbar,wifi,kantor lurah,legislator

Seluruh kantor lurah di Padang sediakan internet gratis bagi pelajar, saran legislator

Anggota DPRD Padang Edmon. (antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)

Solusinya adalah memanfaatkan wifi yang ada di kantor lurah karena salah satu fungsinya adalah memberikan pelayanan,

Kota Padang (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Padang Edmon menyarankan seluruh kantor lurah yang ada di daerah itu menyediakan internet gratis bagi pelajar melalui wifi sebagai solusi mengatasi kesulitan akses terutama bagi yang kurang mampu.

"Karena proses pembelajaran masih berlangsung secara daring, tidak semua orang tua murid mampu membeli paket data internet, solusinya bisa menggunakan akses yang ada di kantor lurah," kata dia di Padang, Selasa.

Ia menyarankan kantor lurah menambah kuota internet dan membebaskan pelajar menggunakan untuk belajar daring.

Saat ini di Padang ada 104 kelurahan dan biasanya kantor lurah lokasinya strategis sehingga mudah dijangkau pelajar, tambah dia.

Edmon mengakui selama ini menerima sejumlah keluhan soal kesulitan penggunaan internet di kalangan pelajar.

"Solusinya adalah memanfaatkan wifi yang ada di kantor lurah karena salah satu fungsinya adalah memberikan pelayanan," ujarnya.

Ia berharap ini bisa menjadi solusi sehingga tidak ada lagi keluhan soal kesulitan akses internet sehingga proses pembelajaran dapat tetap berlangsung di tengah pandemi ini.

Terkait dengan pembiayaan ia mengusulkan bidang pemerintahan dapat mengalokasikan anggaran untuk menambah kapasitas internet di kelurahan.

Pada sisi lain ia juga meminta Dinas Kominfo melakukan redistribusi jaringan internet yang dimiliki sehingga dapat diberdayakan membantu proses pembelajaran daring bagi siswa di Padang.

Dengan demikian jika semua pihak bersinergi tidak ada lagi orang tua yang mengeluhkan soal kesulitan belajar daring, ujarnya.

Sementara salah seorang orang tua murid di Padang, Fandi mengakui sejak tahun ajaran baru dimulai ia membeli paket data minimal Rp200 ribu dan habis digunakan hanya sepekan untuk menunjang pembelajaran tiga anaknya.

"Anak saya ada tiga orang satu, SMA, satu SMP dan satu lagi SD, semuanya menggunakan pembelajaran daring, kadang memakai laptop bergantian," kata dia.

Ia mengakui pengeluaran tambahan sebesar Rp200 ribu cukup memberatkan karena dalam satu bulan menjadi Rp800 ribu.

Oleh sebab itu jika ada yang menyediakan akses internet gratis tentu akan membantu dan meringankan, ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.