Anggota Koperasi Air Bangis Semesta minta polisi tangkap aktor intelektual penganiayaan (Video)

id berita pasaman barat,berita sumbar,koperasi air bangis semesta,polisi,RAT,Panen

Anggota Koperasi Air Bangis Semesta minta polisi tangkap aktor intelektual penganiayaan (Video)

Masyarakat Air Bangis Pasaman Barat yang tergabung dalam Koperasi Semesta menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas aktor intelektual penganiyaan yang menyebabkan dua orang dirawat di rumah sakit. (antarasumbar/Istimewa)

Saat ini korban Effendi Efendra sudah pulang ke rumah tetapi masih trauma,
Pasaman Barat (ANTARA) - Anggota Koperasi Air Bangis Semesta Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Abdi meminta pihak kepolisian mengusut tuntas aktor intelektual penganiayaan yang mengakibatkan dua orang anggota koperasi itu dirawat di rumah sakit.

"Meskipun enam orang pelakunya sudah ditangkap, kami harapkan aktor intelektualnya juga diusut tuntas," harapnya di Pasaman Barat, Kamis.

Ia menjelaskan korban penganiayaan yang terjadi pada Minggu (28/6) adalah Efendi Efendra pangilan abang (40) sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Air Bangis dan Mettizen (47) juga mendapatkan luka cukup serius dan saat ini dirujuk dari Puskesmas Air Bangis ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat.

"Saat ini korban Effendi Efendra sudah pulang ke rumah tetapi masih trauma. Sedangkan Mettizen atau panggilan Ijen masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pasaman Barat," tambahnya.

Menurutnya persoalan itu harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian dan walinagari harus bisa menyelesaikan permasalahan warganya.

Ia mengemukakan permasalahan itu berawal dari masalah di Koperasi Air Bangis Semesta yang anggotanya tidak percaya kepada jajaran pengurus.

Hal itu dipicu penerimaan hasil kebun kelapa sawit seluas 374 hektare hanya sekali enam bulan atau delapan bulan yang hasilnya kecil dan tidak ada kejelasan dari pengurus.

Diduga tidak adanya keterbukaan dari pengurus. Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diadakan beberapa kali tidak jelas siapa yang diundang.

"RAT terakhir yang diadakan di gedung pertemuan Air Bangis juga hanya anggota tertentu diundang dan yang anggota tidak diundang tidak boleh masuk padahal RAT dalam sebuah koperasi hak anggota sama," ujarnya.

Hal itulah penyebab aksi demonstrasi mulai 11 Maret 2020 sampai demonstrasi ke kantor Bupati Pasaman Barat.

Dari beberapa kali pertemuan yang difasilitasi oleh jajaran Pemkab Pasaman Barat tidak menemui titik temu.

Setelah itu muncullah surat keputusan yang dibuat oleh manager kebun sembilan orang untuk melakukan panen namun kembali gagal.

Kemudian dibuat pengumuman untuk menyaksikan panen oleh pengurus yang ditandatangani ketua dan sekretaris serta diumumkan kepada masyarakat.

"Pertama diumumkan oleh Zulfarinas di Masjid Raya Air Bangis untuk panen dan diumumkan pula di Masjid Kampung Padang Utara oleh Fitri," sebutnya.

Berdasarkan itulah anggota tertentu berkumpul dan siap melakukan panen. Namum gagal dan terjadilah perkelahian antara anggota yang pro kepada pengurus dengan yang tidak. Akibatnya dua orang anggota mengalami luka cukup serius.

"Kami berharap kasus ini lanjut dan persoalan kebun harus ada solusi yang jelas dari Pemkab Pasaman Barat agar untuk sementara diambil alih dengan dikelola bapak angkat BTN dengan menukar nomor rekening sampai diadakan RAT luar biasa," harapnya.

Salah seorang istri korban Santi mengatakan suaminya Ijen saat dirawat puskesmas pada hari Minggu (28/6) mengalami muntah sebanyak tiga kali.

"Pada Minggu malam ia dibawa pulang dari Puskesmas untuk istirahat namun pada Selasa (30/6) sekitar pukul 10.00 WIB suami saya merasakan pusing dan pingsan lalu dibawa ke Puskesmas kembali. Namun karena kondisi memburuk dirujuk ke RSUD," jelasnya.

Sementara itu Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Sub Bagian Humas AKP Defrizal membenarkan enam orang pelaku penganiayaan sudah ditangkap.

Keenam orang itu MR (42), ZA (50), DD (39), ER (47), EL (50) dan A (40).

"Saat ini kasus ini sudah ditangani oleh Polres Pasaman Barat dan pihaknya akan mengusut tuntas," tegasnya.***2***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar