Logo Header Antaranews Sumbar

Paus Terima Undangan untuk Kunjungi Israel

Rabu, 1 Mei 2013 07:19 WIB
Image Print
Paus Francis

Vatican City, (Antara/Reuters) - Paus Francis mendesak pihak Israel dan Palestina untuk memulai kembali pembicaraan dan membuat "keputusan-keputusan berani" guna membawa perdamaian setelah pertemuan pertamanya dengan Presiden Israel Shimon Peres pada Selasa dan menerima undangan untuk mengunjungi Tanah Suci. Keduanya membahas perang saudara di Suriah, ketegangan-ketegangan di Iran dan momok anti-Semit dalam pembicaraan pribadi setengah jam di Istana Apostolik di Vatikan. Paus berharap segera dimulainya kembali perundingan-perundingan untuk mencapai perjanjian yang menghargai aspirasi sah pihak Israel dan Palestina, kata Vatikan. Peres mengatakan kepada Paus bahwa ia percaya "ada peluang" untuk membuka negosiasi-negosiasi dan menyebut Presiden Palestina Mahmud Abbas "mitra sejati bagi perdamaian", menurut pernyataan Israel. Perundingan-perundingan yang disponsori Amerika Serikat tentang pembentukan satu negara Palestina bersama Israel macet pada tahun 2010 akibat perselisihan mengenai permukiman Israel di wilayah-wilayah pendudukan. "Saya harapkan Anda di Jerusalem, bukan hanya saya tetapi semua warga Israel," kata Peres kepada Paus di tengah-tengah kehadiran wartawan setelah pembicaraan itu. Paus menerima undangan itu "dengan rasa suka cita", kata juru bicara Vatikan tapi belum ada indikasi kapan lawatan itu akan dilakukan. Satu pernyataan dari Peres menyebutkan dia dan Paus membahas anti-Semit dan mengutip pernyataan Paus kepada Peres: "Anti-Semit bertentangan dengan Kristen -- seperti Paus saya tidak akan mentolerir tiap ekspresi anti-Semit". Paus Francis, mantan Kardinal Jorge Bergoglio dari Argentina, telah fokus pada pembangunan hubungan dengan para pemimpin Yahudi dan ketika dia uskup agung, menulis satu buku dengan rabbi Argentina, Abraham Skorka. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026