Sempat dirawat di RSAM Bukittinggi, satu PDP asal Limapuluh Kota meninggal

id pdp meninggal,rsam bukittinggi,covid-19,virus corona,limapuluh kota

Sempat dirawat di RSAM Bukittinggi, satu PDP asal Limapuluh Kota meninggal

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Limapuluh Kota Yulva Roza bersama Kepala BPBD Jhoni Amir beberapa waktu lalu di Posko COVID-19 Limapuluh Kota. (ANTARA/Akmal Saputra)

​​​​​​​Sarilamak (ANTARA) - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat meninggal di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Jumat.

Informasi yang diterima Antara, pasien berjenis kelamin perempuan ini merupakan warga Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Limapuluh Kota Yulva Roza di Sarilamak, Jumat, mengatakan pasien tersebut meninggal sekitar pukul 13.30 WIB di RSAM Bukittinggi.

"Sebelum dirujuk ke RSAM Bukittinggi dan masuk ruang isolasi pada 16 April, pasien berusia 57 tahun ini sempat mengalami demam," kata dia

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil labor. Tapi untuk penyelenggaraan jenazah akan tetap dilakukan dengan mengikuti protokol standar pemakaman bagi korban COVID-19.

Pasien tersebut belum diketahui kapan akan dimakamkan. Namun pemakaman itu sendiri nantinya langsung dilaksanakan oleh petugas medis dari RSAM Bukittinggi.

"Saya belum tahu kapan dimakamkan. Saat ini Saya tengah mengurus terkait ini," kata dia.

Untuk data saat ini di Limapuluh Kota yang dilihat dari laman covid19.limapuluhkotakab.go.id pukul 19.07 WIB, secara keseluruhan ada 250 orang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Dari angka tersebut terdapat 218 yang telah selesai di pantau. Sehingga saat ini hanya ada 32 orang warga Limapuluh Kota yang masih dalam status pemantauan.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) secara keseluruhan ada sebanyak 16 orang, dengan rincian dua orang masih dalam perawatan, 12 orang isolasi di rumah dan dua lainnya sudah dinyatakan negatif. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar