Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Terus Bangun Industri Kreatif

Rabu, 17 April 2013 07:20 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Pemerintah terus membangun industri-industri kreatif domestik sebagai perwujudan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, kata Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun. "Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam rangka membantu industri kecil dan menengah (IKM) untuk meningkatkan daya saingnya dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada," ujar Alex SW Retraubun dalam sambutan pembukaan Gelar Produk Unggulan Lapas, di Jakarta, Selasa. Di antaranya, lanjut dia, dengan pemberian kredit usaha rakyat (KUR), peningkatan kemampuan teknologi melalui program restrukturisasi dan revitalisasi mesin dan peralatan. "Peningkatan kemampuan SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi serta pendampingan, sistem jaminan mutu dan keamanan pangan dan hal lain dalam rangka peningkatan akses pasar," ujar dia. Ia mengungkapkan kreativitas perlu terus dilakukan secara berkesinambungan, karena proses kreatif tidak akan pernah berhenti. Hal ini disebabkan keinginan, serta harapan konsumen selalu berubah dari waktu ke waktu. Desain merupakan faktor yang sangat menentukan dalam peningkatan daya saing produk. Karena itu, untuk memenangkan kompetisi pasar, para pelaku usaha harus selalu kreatif, kaya ide atau gagasan dan mampu menciptakan sesuatu yang baru. "Di dalam mendesain suatu produk perlu dilihat perbandingan dengan para pesaing lain atau perlu melihat tren yang sedang laku di pasar sehingga dapat memenuhi kualitas serta tuntutan pasar," kata dia. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin mengatakan sarana pemberian pendidikan dan latihan keterampilan bagi narapidana agar mereka memiliki ketrampilan dan sekaligus sebagai bekal hidup. "Sehingga diharapkan dapat mandiri dan berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara," ujarnya. Selain bertujuan memberi bekal, lanjutnya, juga merupakan terapi untuk menghindarkan diri dari kegiatan-kegiatan yang tidak diinginkan, membentuk kebiasaan yang baik, membentuk disiplin dan menumbuhkan rasa percaya diri. "Pembinaan kemandirian yang diwujudkan dalam bentuk pemberian latihan kerja dimaksudkan sebagai media bagi narapidana untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai pribadi, anggota keluarga dan masyarakat serta berguna baik selama maupun setelah menjalani pidana," ujarnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026