
Pemerintah terus upayakan pulihkan akses masyarakat di Padang Pariaman pasca bencana

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah terus mengupayakan memulihkan akses transportasi masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang terputus baik karena jalan amblas, terban, dan longsor maupun jembatan rusak dan ambruk pasca mengalami bencana hidrometrologi yang terjadi pada akhir 2025.
"Pemerintah membangun jembatan bailey di tiga lokasi, dua telah beroperasi, satu lagi sedang dikerjakan," kata Sekretaris Daerah Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis di Parik Malintang, Minggu.
Ia menyebutkan dua lokasi jembatan rangka baja yang telah beroperasi tersebut yaitu di Luhuang, Kecamatan Sungai Garinggiang dan Padang Mantuang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Sedangkan lokasi sedang pembangunan jembatan beiley yaitu di Batu Caluang, Kecamatan Aur Malintang.
Ia menyampaikan jalan yang dibangunkan jembatan bailey di Sungai Garinggiang tersebut merupakan jalan kewenangan pemerintah provinsi sedangkan di jalan dua lokasi lainnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
Jalan tersebut merupakan jalur utama warga setempat ke pusat kota dan pemerintahan bahkan menjadi penopang ekonomi serta jalur logistik.
Meskipun pihaknya mendapatkan informasi akan adanya pembangunan satu jembatan bailey di lokasi lainnya namun dirinya belum bisa memastikannya.
Rudy menyampaikan banyak jalan di Padang Pariaman yang mengalami terban, amblas dan tertimbun longsor serta juga ada jembatan yang mengalami kerusakan serta ambruk sehingga memutuskan akses transportasi masyarakat.
Selain membangun jembatan bailey, lanjutnya penanganan akses transportasi masyarakat yang putus juga dilakukan dengan membangun jalan alternatif yang berada di sisi jalan yang terban.
Ia mengatakan meskipun sejumlah infrastruktur masih dalam upaya perbaikan mulai dari jembatan, jalan hingga irigasi namun saat ini pelayanan publik baik di bidang pemerintahan, kesehatan maupun pendidikan sudah berjalan normal.
Pemerintah, lanjutnya telah mengelompokkan perbaikan infrastruktur jembatan dan jalan yang rusak akibat bencana di Padang Pariaman mulai dari tingkat pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
"Untuk yang berat pemerintah pusat, yang kabupaten untuk infrastruktur yang rusak ringan melalui APBD," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Sungai Garinggiang, Doni Julianda mengatakan dirinya terbantu dengan dibangunnya jembatan bailey di jalan terban Luhuang karena hampir setiap hari lebih dari satu bulan ia terpaksa menggunakan jalan alternatif yang kondisinya rusak parah untuk menuju pusat kota.
"Kalau menggunakan jalan lain jauh dan bahkan juga ada yang putus karena terban," ujarnya.
Namun ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut karena jika dibiarkan maka terban semakin meluas sehingga jembatan pun tidak dapat digunakan.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
