
Pemerintah terus upayakan atasi banjir di Padang Pariaman akibat luapan sungai

Parik Malintang (ANTARA) - Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat John Kenedy Azis mengatakan pemerintah terus mengupayakan mengatasi banjir yang kerap menimpa kawasan Kecamatan Ulakan Tapakih akibat meluapnya sungai Batang Ulakan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di hulu.
"Kami tidak pernah berhenti memikirkan persoalan banjir di Ulakan ini. Saat ini dua ekskavator bekerja di muara untuk menormalisasi sungai khususnya muara Batang Ulakan, mereka bekerja sejak awal ramadan," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Minggu.
Ia mengatakan langkah tersebut sebagai upaya meminimalisir potensi banjir sehingga ketika hujan kembali menerpa daerah itu maupun hulu sungai maka air tidak meluap ke permukiman warga.
Ia menyampaikan tahun lalu Pemkab Padang Pariaman bersama sejumlah pihak di daerah itu telah berupaya membersihkan tepi sungai dari pohon-pohon, kayu mati, dan sampah serta membuka muara yang tertutup pasir.
Gotong royong tersebut, lanjutnya membuahkan hasil karena beberapa bulan setelahnya bencana banjir tidak lagi menimpa kawasan itu meskipun hujan lebat menimpa Padang Pariaman dengan durasi relatif lama.
Namun, lanjutnya bencana hidrometeorologi yang terjadi mulai dari akhir November 2025 diluar kemampuan manusia karena intensitas air hujan tinggi sehingga banjir kembali terjadi di Ulakan Tapakih dan sejumlah kecamatan lainnya. Kini, kata dia pemerintah kembali mengupayakan antisipasi banjir dengan melakukan normalisasi sungai.
"Tetapi kami membutuhkan bantuan dan dukungan dari niniak mamak dan tokoh masyarakat, agar warga yang tanahnya di tepi sungai mau menghibahkan lahannya untuk normalisasi ini," ujarnya.
Menurutnya sungai tersebut harus dibuka dengan baik serta tidak memiliki banyak kelok karena hal itu yang menjadikan salah satu penyebab banjir karena aliran air tidak lancar.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 1.824 warga yang terdiri dari 608 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terdampak banjir menyusul intensitas curah hujan tinggi sejak Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11).
"Luapan air menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan dan nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya di Padang.
Berdasarkan data yang dihimpun BNPB tercatat empat sungai yang meluap, imbas tingginya intensitas curah hujan. Keempat sungai itu yakni Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan, yang berdampak pada tujuh kecamatan dan 14 nagari.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
