640 orang daki Gunung Marapi jelang pergantian tahun

id Marapi, mendaki gunung, tahun baru di gunung marapi

640 orang daki Gunung Marapi jelang pergantian tahun

Sejumlah pendaki yang bersiap melakukan pendakian Gunung Marapi dari pos Kotobaru, Tanah Datar, Senin(30/12) sore. (ANTARA SUMBAR/Ira Febrianti)

Batusangkar (ANTARA) - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Marapi Kotobaru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mencatat sebanyak 640 orang melakukan pendakian Gunung Marapi sejak 27 hingga 30 Desember 2019 pukul 18.00 WIB.

"Melalui jalur pendakian dari Kotobaru, sejak 27 Desember sampai pukul 18.00 WIB hari ini tercatat sudah 640 orang melakukan pendakian, terdiri dari 150 perempuan dan sisanya laki-laki," kata Ketua Komunikasi dan Rescue Pokdarwis Marapi Kotobaru, Hendra di Kotobaru, Senin.

Para pendaki tersebut menurutnya ada yang sudah kembali turun dan ada yang masih berada di gunung.

"Mereka ada yang dari Sumbar dan luar Sumbar seperti dari Jakarta, Medan dan Pekanbaru," katanya.

Ia menerangkan tidak semua pendaki sengaja melakukan pendakian untuk melewatkan pergantian tahun seperti yang berangkat pada 27 atau 28 Desember 2019 dan sudah turun pada hari ini atau besok.

"Sementara yang mulai naik sore ini ada yang saat mendaftarkan diri melapor akan turun besok (31/12) dan ada pula yang akan turun pada 1 Januari 2020," katanya.

Hendra mengatakan pihaknya tidak membatasi lama waktu pendaki berada di gunung karena hal itu bergantung dengan kesiapan logistik yang dibawa pendaki.

Meski demikian untuk keselamatan pendaki ia mengatakan Pokdarwis menekankan selain pada kesiapan peralatan dan konsumsi para pendaki, mereka juga tidak dibolehkan mendekat dalam radius tiga kilometer dari puncak atau hanya dibolehkan sampai di Tugu Abel.

Hal itu mengingat status gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu berada di level II (waspada) dan sesuai rekomendasi PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Marapi Bukittinggi, pengunjung dilarang berkegiatan dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak.

"Kemudian bagi pengunjung perempuan dan laki-laki jika di dalam tenda diwajibkan menyalakan lampu, jika tertangkap bertindak asusila akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Pihaknya memperkirakan pada 31 Desember 2019 masih akan ada lagi yang melakukan registrasi untuk melakukan pendakian dan melewatkan pergantian tahun di gunung tersebut.

Salah seorang pendaki asal Medan Rifai mengatakan dirinya sengaja mendaki Marapi bersama dua rekannya karena rasa penasaran.

"Sebelumnya sudah mendaki tapi sekarang ingin lagi karena masih merasa belum puas atau masih penasaran dan menikmati tantangannya," katanya.*

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar