Banjir Limapuluh Kota, sembilan sekolah terdampak namun tidak libur

id banjir limapuluh kota,berita limapuluh kota,berita sumbar

Banjir Limapuluh Kota, sembilan sekolah terdampak namun tidak libur

Banjir yang merendam salah satu kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (9/12). Hujan telah mengguyur daerah tersebut dalam dua hari terakhir. (Dokumen BPBD Limapuluh Kota)

Sarilamak, (ANTARA) - Sebanyak sembilan sekolah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Baratterdampak banjir akibat hujan deras yang melanda daerah itu sejak beberapa hari terakhir.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Wandi Putra di Sarilamak, Rabu, mengatakan meskipun terdampakbanjir namun sampai saat ini masih belum ada sekolah yang diliburkan.

"Banjir hanya sampai di pekarangan belum masuk ke dalam ruangan belajar, sehingga kegiatan belajar mengajar masih dapat dilaksanakan," kata dia.

Saat banjir pada Selasa (10/12) ada satu sekolah yang genangan banjir sampai ke ruangan belajar, namun tidak tergenang lama sehingga masih bisa digunakan.

"Air yang sampai masuk ruangan itu yakni SD 06 Mungka, tapi proses belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan karena muridnya mengungsi bersama orang tua mereka," sebutnya.

Selain SD 06 Mungka, delapan sekolah lainnya yang terdampakbanjir adalah TK PKK Jorong Bancah Nagari Batu Balang, TK Darma Wanita Parit Dalam Kecamatan Payakumbuh, SDN 01 Tarantang Kecamatan Harau.

Kemduian SDN 08 Sarilamak Jorong Buluh Kasok, SDN 02 Sungai Antuan Kecamatan Mungka, SDN 05 Taeh Baruh, TK ANNUR Kec. Payakumbuh dan SDN 04 Manggilang.

"Tapi delapan sekolah ini hanya tergenang air di lapangan saja. Jadi tidak perlu untuk libur," kata dia.

Terpisa Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengatakan pihaknya telah menetapkan tanggap darurat terhitung Rabu (11/12) sampai Senin (16/12).

Penentuan tanggap darurat karena melihat kondisi banjir yang belum menyusut. Permukiman masyarakat sampai malam masih banyak yang tergenang banjir," sebut dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar