Dosen Biologi Unand edukasi siswa dan orang tua tentang bahaya DBD

id Pengabdian Masyarakat,unand, Jurusan ilmu Biologi Universitas Andalas,Universitas Andalas

Dosen Biologi Unand edukasi siswa dan orang tua tentang bahaya DBD

Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan ilmu Biologi Universitas Andalas. (ist)

Padang, (ANTARA) - Civitas Akademika jurusan ilmu biologi Universitas Andalas (Unand) yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan alumni bekerjasama dengan Warung Ikhlas Dunsanak melakukan penyuluhan pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) kepada para siswa, guru SDN 57 Air Dingin dan orang tua yang tinggal di sekitar lokasi Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.

"Nyamuk yang merupakan Vektor penyakit DBD sangat senang tinggal di daerah-daerah tertentu yang mendukung perkembangbiakannya. Kami dari Tim Pengabdian masyarakat memberikan edukasi tentang bahaya dari DBD dan pencegahannya," kata salah satu dosen Biologi Dr. Resti Rahayu di Padang, Jumat.

Ia menjelaskan, salah satu tempat yang disenangi oleh nyamuk adalah pada air tergenang di sampah-sampah plastik. Sampah plastik menyumbang 15% dari total keseluruhan sampah menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Air tergenang di sampah plastik tersebut berpotensi menjadi sarang dan tempat perkembangbiakan nyamuk.

Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di kelurahan Air dingin Kota Padang sebutnya, berpotensi menjadi salah satu tempat tumbuh dan berkembangnya populasi nyamuk yang berkorelasi meningkatnya resiko terkena demam berdarah.

Oleh sebab itu, sangat perlu dilakukan pencegahan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk kepada masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Air Dingin tersebut.

Penyuluhan dimulai dengan mengenalkan tentang nyamuk, ciri2 penderita yang terkena demam berdarah dan apa saja usaha pengendalian nyamuk.

Siswa dan Orang tua diperkenalkan dengan tumbuhan-tumbuhan umum yang bisa menjadi anti-nyamuk seperti sereh wangi, kumis kucing, bunga tahi ayam.

Menurut Dr. Resti Rahayu tanaman-tanaman tersebut sebenarnya sudah dikenal masyarakat namun belum dimanfaatkan secara baik. Selain pengenalan tumbuhan juga diajarkan bagaimana cara membuat ekstrak yang murah dan mudah dari tumbuhan tersebut untuk bioinsektisida pengusir hama pengganggu.

"Prinsip tanaman antinyamuk dan bioinsektisida ini, adalah tanaman-tanaman mengeluarkan bau yang menyengat yang tidak disukai oleh hama atau serangga termasuk nyamuk sehingga mereka tidak datang dan tidak jadi menggigit," kata Resti Rahayu yang merupakan dosen tamatan S3 ITB ini.

Sementara itu Ketua Tim Pengabdian masyarakat Unand Dr. Indra Junaidi Zakaria mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu dari tiga wujud Tridarma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Program Iptek Berbasis Program Studi dan Nagari Binaan (IbPSNB).

Kegiatan ini juga menggandeng Warung Ikhlas Dunsanak yang sudah akrab dengan masyarakat disekitar lokasi pembuangan sampah ini. Dengan motto Asih, Asah Asuh nya Warung Ikhlas Dunsanak di bawah binaan Bapak Budi yang juga merupakan dosen jurusan matematika Unand, yang terkenal dengan dengan Nasi Sehat Rp2.000 nya.

Kepala sekolah dan orang tua siswa antusias dan senang mengikuti kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi kepada Tim dari Unand yang sudah mengadakan kegiatan pengabdian ditempat tersebut.

Terakhir tim dari Jurusan Biologi menyerahkan beberapa tumbuhan sereh wangi kepada kepala sekolah untuk ditanam di sekitar sekolah, sehingga diharapkan menjadi pencegah nyamuk datang dan mengurangi resiko demam berdarah di sekolah.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi upaya penanaman kesadaran hidup sehat kepada anak-anak yang bertempat tinggal disekitaran TPA sampah kota Padang. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar