Bentrok berdarah di Mesuji gara-gara rebutan kelola lahan

id Bentrok mesuji,mesuji berdarah,mesuji,lampung

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Mabes Polri, Jakarta. (ANTARA/Dyah Dwi)

Jakarta (ANTARA) - Peristiwa bentrokan antardua kelompok warga di Mesuji, Lampung, disebabkan oleh perebutan hak pengelolaan atas tanah hutan lindung.

"Secara garis besar akibat benturan kelompok masyarakat karena upaya mengolah tanah yang sebenarnya ada di hutan lindung. Di satu sisi, pendatang ke sana untuk melakukan pengolahan tanah, tapi di sisi lain, ada yang mengklaim hak atas tanah tersebut," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, konflik antarkelompok masyarakat ini bukan yang pertama kali terjadi.

"Sudah beberapa kali terjadi (konflik) di area tersebut," ucapnya.

Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk menemukan pelaku yang menjadi provokator bentrokan.

Peristiwa bentrokan ini menyebabkan tiga nyawa melayang dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini kondisi keamanan di Mesuji, Lampung, sudah kondusif.

Masyarakat setempat pun telah melakukan aktivitas seperti biasa.

Ratusan personel TNI-Polri masih berada di lokasi tersebut pascabentrokan antardua kelompok warga tersebut untuk menjaga keamanan.

"Saat ini kondisi di lokasi bentrok kondusif," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar