Jembatan rusak di perbatasan Mesuji sudah bisa dilintasi truk pengangkut barang

id jembatan,mesuji,jembatan rusak,pu,kementerian

Jembatan rusak di perbatasan Sumsel dan Lampung, di Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, sudah bisa dilintasi kendaraan roda empat bermuatan, Selasa (2/7). (ist)

Palembang (ANTARA) - Jembatan rusak di perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, yakni di kawasan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah bisa dilintasi setelah dikebut perbaikannya sekitar dua pekan.

Jembatan penghubung dua provinsi itu kini sudah bisa dilintasi kendaraan roda empat bermuatan, seperti truk pengangkut barang.

Camat Mesuji Ogan Komering Ilir, Muchlis yang dihubungi dari Palembang, Rabu, mengatakan pekerjaan pemasangan plat, Double T dan pengerasan telah dirampungkan sehingga jembatan tersebut beroperasi lagi Selasa (2/7). “Sekitar pukul lima sore, kemarin sudah bisa dilintasi,” kata Muchlis.

Ia mengatakan perbaikan jembatan ini dilakukan Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat karena jembatan masuk dalam jalur lintas timur Sumatera.

Jembatan ini mengalami kerusakan karena sudah dimakan usia, apalagi menjadi satu-satunya akses di jalur lintas timur Sumatera untuk dua provinsi tersebut. Jembatan langsung ambrol saat dilintasi dua truk secara bersamaan pada 17 Juni lalu.

Sebenarnya, pemerintah sudah membangun jembatan baru di sebelah jembatan yang rusak ini. Namun, saat kejadiaan naas diketahui jembatan baru ini belum selesai pengerjaannya.

Akibat kejadian ini, akses jalan lintas timur Sumatera terputus total sehingga pengendara terpaksa dialihkan ke jalur lintas tengah Sumatera dan jalur alternatif Tol Kayuagung, Sumsel—Lampung.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah melalui TNI membuat jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Ardi, salah seorang sopir truk mengaku sudah merugi cukup banyak akibat rusaknya jembatan. "Sebagian besar ada yang akhirnya memutar ke lintas tengah setelah sebelumnya menunggu hingga seminggu lamanya. Biaya selama menunggu sangat besar, namun jika kami ke lintas ke lintas tengah, biayanya juga pasti tinggi," kata dia.

Ia pun bersyukur jembatan antar provinsi ini kini bisa dilewati.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar