Ditemukan satu TPS di Solok Selatan salah dalam menghitung suara

id M Ansyar

Ketua Bawaslu Solok Selatan, M Ansyar. (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 Sungai kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melakukan kesalahan dalam menghitung perolehan suara untuk pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Ketua Bawaslu Solok Selatan Muhammad Ansyardi Padang Aro, Kamis, mengatakan sesuai temuan panwascam Sangir Balai Janggo terjadi kesalahan dalam penghitungan suara pada tiga kotak suara, sedangkan waktu untuk penghitungan ulang sudah lewat sehingga direkomendasikan penghitungan ulang di tingkat PPK.

"Kesalahannya adalah suara partai dan caleg dihitung dua suara oleh petugas KPPS sehingga hasilnya tidak sesuai," ujarnya.

Dia menjelaskan kesalahan itu berupa suara partai dihitung satu dan caleg satu sehingga ada dua suara dalam satu lembar surat suara.

Pada rekap C1 plano tersebut partai mendapat dua suara dari satu pemilih, sedangkan untuk penghitungan ulang sudah tidak bisa lagi sebab batas waktunya telah lewat.

Ini sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi, jika penghitungan suara belum selesai dapat diperpanjang tanpa jeda paling lama 12 jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara.

Artinya proses penghitungan suara hanya diperbolehkan sampai Kamis 18/4 pukul 12.00 Wib dan lewat dari itu tidak bisa lagi.

"Kesalahan ini diketahui sudah Kamis pukul 13.09 Wib sehingga kalau tetap diulang tingkat KPPS akan menyalahi aturan," ujarnya.

Oleh sebab itu pihaknya merekomendasikan penghitungan ulang pada tiga kotak suara yang salah ini di tingkat PPK.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Solok Selatan Wilsonmengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu serta saksi di TPS dan disepakati penghitungan ulang di Kecamatan khusus TPS 04 Sungai Kunyit.

"Kami juga sudah menyampaikan kepada partai politik saat penghitungan ulang akan ada suara partai yang hilang," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar