Banjir bandang landa tiga kecamatan di Limapuluh Kota, TPS aman

id banjir

Ilustrasi - Lokasi banjir di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019) malam. (Abd Aziz)

Sarilamak (ANTARA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota Masnijon memastikan bencana alam banjir bandang (galodo), Selasa, yang menerjang 3 kecamatan di Limapuluh Kota tak mempengaruhi kelancaran pemilu.

"Kamis sudah cek untuk TPS maupun surat suara aman tidak ada yang rusak diakibatkan limpahan air bah yang berasal dari gunung Sago," ujar Masnijon di Sarilamak, Selasa.

Tiga kecamatan yang dilanda banjir bandang tersebut adalah Lareh Sago Halaban, Luak dan Situjuh Limo Nagari yang berlangsung sekitar pukul 14.50 WIB.

Terpantau Air bah menerjang beberapa nagari yang berhulu sungai di mata air Gunung Sago. Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Air bah menerjang kenagarian Situjuh Gadang.

Sedangkan di Kecamatan Luak menerjang Kenagarian Sungai Kamuyang dan Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang. Kemudian di Pakan Raba, di kenagarian Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Salah seorang masyarakat Jorong Sikabu, kenagarian Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang Mukhsis mengatakan air bah menyapu areal persawahan.

Sementara ini untuk rumah, belum ada informasi yang terkena dampak, masyarakat dan perangkat nagari sedang lakukan penyisiran di sekitar nagari untuk melihat sejauhmana dampak air bah.

“Terpantau sekarang hanya areal pertanian di bibir sungai ang terkena dampak. Kayu-kayu gelondongan banyak berseraan di sawah-sawah tapi rumah, korban jiwa dan hewan belum ada informasinya sekarang,” ujarnya.

Kemudian Tila, warga Pakan Rabaa, Kenagarian Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban mengatakan air bah menjalar ke pasar Pakan Rabaa.

“Sampai ke pasar tapi hanya genangan air dan lumpur saja seperti air mengalir. Arusnya tidak begitu kencang tiba di sini,” ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar