2019, PUPR akan bangun batu pemecah ombak senilai Rp69 miliar di Sumbar

id Maryadi Utama

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maryadi Utama (tengah) berjalan berjalan bersama Wali Kota Pariaman Genius Umar (dua kanan) menuju lokasi peletakan batu pertama pemecah ombak di Monumen TNI AL di Pariaman, Sumbar, Selasa (2/4). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Pariaman, (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun batu pemecah ombak di sepanjang pantai Sumatera Barat (Sumbar) senilai Rp69 miliar selama 2019.

"Dana tersebut digunakan untuk membangun batu pemecah ombak di sejumlah daerah di Sumbar," kata Kepala BWSS V Maryadi Utama usai peletakan batu pertama pemecah ombak di Monumen TNI AL di Pariaman, Sumbar, Selasa.

Ia menyebutkan sejumlah daerah yang akan dibangun tersebut yaitu pantai Tiku di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pariaman, dan Padang.

Dana tersebut memang dinilai masih sedikit dibandingkan panjang pantai di Sumbar yaitu sekitar 281 kilometer.

"Sedangkan hingga tahun ini baru Rp100 kilometer yang sudah kami tangani," katanya.

Untuk pembangunan pemecah ombak di Kota Pariaman yaitu di antaranya di Monumen TNI AL dengan panjang 60 meter dengan dana Rp2,6 miliar.

Sedangkan di Pantai Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, lanjutnya akan dibangun dua batu pemecah ombak karena kondisi abrasi pantai di daerah itu juga memprihatinkan.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan beberapa bulan lalu Menteri PUPR mengunjungi kota itu yang mana pada kesempatan itu pihaknya meminta sejumlah bantuan pembangunan.

"Alhamdulillah beberapa dari permintaan itu diakomodir oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Pihaknya saat ini sedang meminta bantuan pembangunan pelabuhan ke Kepulauan Mentawai guna mendukung Kawasan Ekonomi Khusus.

Ia berharap permintaan tersebut dikabulkan sehingga dapat mempercepat pembangunan dan ekonomi di kota itu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar