Ini pesan Wawako Pariaman untuk menciptakan pemilu damai 2019

id Mardison Mahyuddin

Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin. (Foto Humas Pariaman)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Wakil Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Mardison Mahyuddin mengatakan masyarakat harus mengutamakan dan mengedepankan sikap toleransi beragama untuk menciptakan Pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang damai.

"Semangat kebersamaan dan rasa toleransi beragama harus diutamakan, karena perbedaan pilihan dalam pemilu bukan suatu hal yang harus dipersoalkan," kata dia, di Pariaman, Jumat.

Selain mengajak mengedepankan rasa toleransi antarumat beragama, pemerintah setempat juga mendorong agar masyarakat di daerah itu tidak ada yang melontarkan ujaran kebencian sehingga bisa menimbulkan konflik.

Menurut dia, dengan semakin diperkuatnya rasa toleransi dan menghargai perbedaan pilihan maka kemungkinan konflik di pemilu 2019 dapat dihindari sedini mungkin.

Berdasarkan pengamatan di daerah itu, pihaknya mengaku belum ada menemukan indikasi yang mengarah kepada gesekan antarumat beragama maupun etnis terkait pelaksanaan pemilu 2019.

"Kota Pariaman hingga saat ini masih damai, tidak ada gesekan etnis maupun mengarah pada perbedaan antarumat beragama, bahkan kelompok mayoritas melindungi minoritas," ujar dia.

Untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat, pemerintah daerah akan memaksimalkan fungsi forum pembauran kebangsaan sebagai wadah kegiatan lintas umat beragama.

Sebagai contoh lanjut dia, forum tersebut harus sering mengadakan kegiatan bersama seperti bakti sosial, olahraga bersama dan lain sebagainya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Pariaman Riswan mengatakan hingga saat ini suasana pelaksanaan pemilu di Kota Pariaman masih tergolong aman dan damai.

Bahkan ujar dia, sejak dimulainya masa kampanye pada 23 September 2018 hingga saat ini tidak laporan maupun temuan dugaan pelanggaran yang signifikan.

Pihaknya juga mengaku akan bekerja sama dengan pemerintah daerah apabila memaksimalkan forum pembauran kebangsaan sebagai salah satu wadah memperkuat kebersamaan antarumat beragama selama dan sesudah pemilu.

Terkait kritikan yang disampaikan di media sosial, pihaknya menyatakan terus memantau akun yang didaftarkan secara resmi oleh peserta pemilu 2019.

"Khusus akun yang didaftarkan secara resmi, hingga saat ini kami menilai belum ada kritikan mengarah kepada gangguan kestabilan pemilu," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar