Meningkatkan produksi sapi potong di Ampang Pulai Pesisir Selatan, pengabdian masyarakat fakultas Peternakan Unand

id pengabdian masyarakat

Kegiatan penyuluhan pengabdian masyarakat oleh dosen kepada 50 peternak sapi potong di Nagari Ampang Pulai Pesisir Selatan, 17 November 2018 (ANTARA SUMBAR/Istimewa)

Kebutuhan masyarakat akan daging dan susu sapi semakin hari semakin meningkat seiring makin banyaknya inovasi dan kreatifitas pelaku usaha dalam mengolah bahan dari ternak ruminansia tersebut menjadi berbagai jenis makanan.

Olahan daging seperti sosis, nuget, yoghurt bisa ditemui hampir di semua mini market, bahkan kedai-kedai kecil di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.

Perlu pengelolaan budi daya sapi yang bagus agar ketersediaan daging dan susu sapi sebagai bahan dasar dari beragam usaha itu bisa terjamin.

Di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan populasi sapi cukup melimpah. Dari data pemerintah daerahnya pada 2018 jumlah itu mencapai 86.150 ekor atau seperempat dari populasi di Sumbar.

Meski demikian bila ditinjau langsung ke lapangan, ternyata tidak semua peternak yang berhasil dan baik dalam budidaya sapinya, bahkan cenderug lambat dan konvensional.

Salah satunya di Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan yang masih terdapat kelompok peternak dengan pengelolaan serta budidaya sapi tradisional atau konvensional.

Atas dasar inilah 13 dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) melakukan pengabdian masyarakat pada Peternakan Sapi Potong milik Kelompok Tani Ternak Jasa Keluarga yang memiliki jumlah 85 ekor.

Dalam pengabdian ini dilaksanakan penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan sapi potong, pelatihan manajemen pakan dan penanaman rumput unggul hijauan makanan ternak, pelatihan manajemen penyakit dan penanganan, pelatihan manajemen reproduksi ternak sapi serta pendampingan mitra pasca pelatihan.

Kegiatan ini bagian dari program Iptek Berbasis Program Studi dan Nagari Binaan (IbPSNB), dimana nagari tersebut bagian dari desa adat yang dibina Unand. Pengabdian dilaksanakan selama 6 bulan sejak Juli 2018 hingga Desember 2018.

Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam pengabdian ini pemberian pakan unggul dengan pengarahan penanaman tanaman pakan unggul seperti rumput gajah serta penambahan konsentrat.

Pada pelaksanaan penyuluhan awal November 2018 lalu, hadir lebih 70 orang peternak dan hasilnya cukup antusias.

Ke depan di samping melakukan penyuluhan dan pendampingan, pengabdian juga mengacu pada pengelolaan pemasaran pupuk yang juga dinilai kurang terserap.

Tujuan ke depan dengan adanya pengabdian ini didapatkan produksi sapi yang meningkat, pupuk tersedia dan terserap serta petani ternak yang produktif.

Adapun pengabdian ini diketuai penulis Dr.Ir.Ade Djulardi, MS dan beranggotakan 12 orang yakni Prof.Dr.Ir. James Hellyward, MS, Dr.Ir. Tinda Afriani, MP, Prof Dr Ir Arnim, Dr.Ir.Jaswandi, Dr.Ir Rusmana W.S.N, M.Rur.Sc, Dr Ir Suyitman, MP, Dr Ir Adrizal M.Si, Ir Andri, Dr Rsufidra S.Pr, MP, Drh Yuherman, M.S, Ph.D, Ir Amna Suresti, M.Si, Prof Dr ir Nuraini, MP.***

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar