UNP gelar seminar internasional bidang lingkungan

id UNP

Wakil Rektor II Universitas Negeri Padang Syahril (empat dari kiri) membuka International Conference on Environmental Sciences (ICES) di Auditorium UNP Kota Padang, Kamis (15/11) (Antara Sumbar/Mario Sofia Nasution)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat menggelar seminar internasional bidang lingkungan atau International Conference on Environmental Sciences (ICES) yang membahasmitigasi bencana akibat kerusakan lingkungan, Kamis.

Ketua ICES Eri Barlian di Padang, Kamis, mengatakan Sumatera Barat sebagai salah satu daerah yang rawan bencana mulai dari banjir bandang, longsor dan lainnya. Semua itu tidak terlepas dari persoalan lingkungan dan konferensi ini nantinya akan memberikan beberapa rekomendasi kepada pemangku kepentingan.

Ia mengatakan konferensi ini digelar oleh Prodi Ilmu Lingkungan Pascasarjana dengan tema Mitigasi Bencana, Pengembangan Lingkungan dan Berkelanjutan. Keterlibatan dan kerja sama berbagai pihakdalam mitigasi bencanamenjadi isu utama dalam konferensi ini.

"Ada 126 pemakalah dari berbagai negara yang hadir dan membahas persoalan bencana, mitigasi, dan lingkungan,” ujar dia.

Ia mengatakan persoalan bencana alam itu tidak terlepas dari kondisi lingkungan, dalam konferensi ini salah satu topiknya adalah mengurangi dampak bencana tersebut.Selain itu penelitian tersebut tentunya mencari solusi untuk mencegah agar bencana alam tidak terjadi dengan caramenjaga lingkungan agar tetap stabil dan mengurangi dampak risiko bencana

Ia menjelaskan ada beberapa pemakalah utama yang berasal dari berbagai negara seperti Dr Marlina Lubis dari Kementerian Lingkungan Hidup, Simone Maynard, PhD Konsultan Lingkungan Hidup Australia, Dr Inrajit PAL dari Thailand, Dr Jose M Reguney dari University of Philipines dan Ketua Prodi Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNP Dr Indang Dewata.

Ketua Prodi S-2 Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNP Indang Dewata menjelaskan bencana alam akan selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia. Bencana alam tidak dapat dicegah, namun yang dapat dilakukan meminimalisasi korban dan memastikan terdapat sumber kehidupan yang akan mendukung bangkitnya wilayah tersebut daribencana.

”Diperlukan kerja sama yang lebih erat mengenai mitigasi bencanamulai dari mekanisme peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pendanaan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor II UNP, Syahril mengapresiasi Prodi Ilmu Lingkungan yang menggelar konferensi internasional dalam rangka merespon kondisi Indonesia yang beberapa waktu lalu mengalami bencana gempa bumi dan tsunami. Pasalnya dua bentuk bencana itu juga bisa terjadi di Sumbar.

Telah terbukti gempa dan tsunami memakan banyak korban jiwa. Sumbar pernah mengalami gempa cukup besar dan menelan banyak korban jiwa. Dia berharap agar rumusan dalam konferensi ini bisa disebarluaskan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

“Kita berharap konferensi ini dapat mengurangi dampak bencana itu,” katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar