Besok, pebalap sepeda pariwisata TdS bakal mengelilingi Danau Singkarak

id Tour de singkarak,TdS 2018,Danau Singkarak

Warga terlihat mengabadikan ajang balap sepeda Tour de Singkarak yang melintas di Kota Bukittinggi, Minggu(4/11). (Antara Sumbar/ Ira Febrianti)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Para pebalap Tour de Singkarak (TdS) 2018 bakal mengelilingi Danau Singkarak, Sumatera Barat, sebanyak dua kali pada etape III yang laksanakan Selasa (6/11).

"Khusus di Kabupaten Solok untuk etape II (Dermaga Singkarak-Istano Baso Pagaruyung), di mulai dengan mengelilingi Danau Singkarak sebanyak dua kali, sebelum terus ke Simabur - Pasar Batusangkar - Gedung Indojalito - Gedung Nasional - finish Istano Basa Pagaruyuang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra di Arosuka, Senin.

Ia menjelaskan Khusus etape III, dari Singkarak ke Tanah Datar, dimulai dengan mengelilingi danau Singkarak dua kali dan terus ke Tanah Datar, dengan jarak tempuh mencapai 150 kilometer.

Menurutnya, mengelilingi Danau Singkarak sebanyak dua kali merupakan terobosan baru selama turnamen akbar tersebut digelar, hal ini dilakukan untuk memperkuat "brand" Singkarak sebagai ikon dalam balap internasional tersebut.

"Setiap turnamen besar selalu ada ikon, dan dari sisi pariwisata, kami ingin mempertegas Danau Singkarak sebagai ikon TdS ini," ujarnya.

Dengan mengelilingi danau sebanyak dua kali, maka akses masyarakat untuk menggunakan jalan di pinggir danau akan terganggu karena ditutup cukup lama.

Ia menyebutkan sudah beberapa kali mengunjungi Nagari Singkarak, Saniangbaka, Muaropingai, dan Paninggahan, berdialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk mengajak masyarakat setempat agar ikut menyukseskan TdS tersebut, termasuk sosialisasi tentang kemungkinan ditutupnya jalan di sepanjang pinggiran Danau Singkarak.

"Lagi pula masyarakat di sini (sekitar danau Singkarak) sudah terbiasa dengan kegiatan ini, jadi cukup mudah diterima (sosialisasi tentang penutupan jalan lebih awal dan kemungkinan lebih lama), prosesnya kita sudah berkoordinasi dengan Polres Solok dan pihak terkait lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Dony Setiawan menyebut dalam perencanaannya, khusus etape III, mungkin akan lebih rumit dalam penutupan, karena lintasan yang dipakai dalam TdS 2018 (mengitari danau Singkarak) merupakan jalan utama dan bisa dikatakan akses satu-satunya bagi warga sekitar untuk beraktivitas.

"Saya harap pihak penyelenggara benar-benar maksimal dalam menyosialisasikan ini (penutupan jalan) kepada masyarakat, kalau kami kan cuma mengamankan, jadi jika masyarakat sudah paham, kami rasa tidak akan masalah (lama ditutup untuk TdS)," ujarnya.

Karena start dimulai pukul 09.00 di dermaga Danau Singkarak, rencana awal jalan akan ditutup dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, namun bisa saja berkurang atau bisa jadi bertambah, sesuai instruksi dari panitia penyelenggara, kata dia.

Jika jalan tidak ditutup lebih awal sebelum pebalap sepeda itu lewat, resikonya sangat besar terhadap dan pengguna jalan.

"Belajar dari tahun lalu, jangan sampai ada hal fatal yang terjadi, yang jelas kami akan siaga 100 persen demi kelancaran TdS," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar