Ratusan Rumah di Harau direndam banjir

id banjir

Banjir di Nagari Taram Limapuluh Kota (Antara Sumbar/Syafri Ario)

Limapuluh Kota, (Antaranews Sumbar) - Ratusan rumah yang tersebar di lima nagari di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota direndam banjir sejak Sabtu pagi akibat hujan yang mengguyur daerah itu.

"Lima Nagari yang terkena banjir di wilayah kecamatan Harau adalah Nagari Tarantang, Nagari Sarilamak Jorong Purwojaya, Nagari Batu Bolang, Nagari Bukik Limbuku dan Nagari Taram jorong Subarang," kata Camat Harau, Andri Yasmen di Limapuluh Kota, Sabtu saat meninjau banjir.

Ia mengatakan Jorong Subarang Nagari Taram terdampak cukup parah dibanding daerah lain di Kecamatan Harau. Ketinggian banjir tampak bervariasi mulai dari setengah meter hingga satu meter

Nagari Taram yang menjadi langganan banjir hampir setiap tahun ini menurutnya karena daerah tersebut menampung 17 aliran sungai dari hulu Kecamatan Mungka dan Kecamatau Harau sendiri,

"Sehingga sungai di Nagari Taram meluap, ditambah lagi dengan tingginya curah hujan," ujarnya.

Ia berharap tidak ada lagi hujan yang mengakibatkan banjir susulan semakin parah.

"Saat ini sebagian warga disini sudah kita ungsikan kita evakuasi ke kantor wali jorong," kata Andri.

Saat ini Wali Nagari dan Camat Harau telah berkoordinasi dengan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Pemkab Limapuluh Kota mengupayakan penanganan dan bantuan terhadap warga yang terdampak.

"Sekaligus kita akan melakukan kajian penyebab banjir dan solusinya agar ke depan tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Sementara itu Wali Nagari Taram, Defrianto Ifkar mengatakan akibat banjir di Jorong Subarang sebagaian daerah Taram terkepung banjir karena di Nagari Batu Bolang juga dilanda banjir.

"Akses semua jalan jadi tertutup karna digenangi banjir, bagi yang ke Kota Payakumbuh, Andaleh dan ke Tanjung Pati terhalang banjir, pengendara terpaksa melewati sedikit banjir dan berbelok ke Jorong Balik Bukit untuk akses keluar atau ke Kota Payakumbuh," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar