Padang, (Antaranews Sumbar) - Jadwal keberangkatan kereta api di Sumatera Barat tidak terganggu dengan pelaksanaan Tour de Singkarak 2018 meski ada beberapa perlintasan yang akan dilewati pebalap di Padang dan Pariaman.
"Kalau nanti ada pebalap yang lewat di perlintasan kereta api, kami akan lakukan Berhenti Luar Biasa (BLB), bukan mengubah jadwal keberangkatan," kata Kepala Humas PT KAI Divre Sumbar Zainir di Padang, Kamis.
Berhenti Luar Biasa (BLB) itu bisa dilakukan saat kereta api sedang berjalan di lintasan, untuk memberikan jalan pada pebalap yang akan melintas. Kereta api akan berjalan kembali setelah pebalap terakhir melewati ruas jalan tersebut.
Agar hal itu bisa berjalan dengan baik, Zainir minta panitia melakukan koordinasi aktif dengan PT KAI supaya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pebalap.
Perlintasan kereta api yang beririsan dengan jalan raya di Sumbar terdapat pada beberapa titik di Padang-Padang Pariaman (Kayu Tanam)-Pariaman.
Sebagian irisan itu terutama di jalan-jalan utama, telah memiliki palang pintu yang aktif saat kereta api lewat. Jika PT. KAI tidak menerima pemberitahuan kapan pebalap akan melewati jalur itu, bisa-bisa jadwal lewat kereta api bertabrakan dengan jadwal pebalap.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar, jalan yang beririsan dengan rel kereta api terjadi pada etape IV Padang-Agam dan Etape VIII Pesisir Selatan - Pariaman.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta koordinasi antara semua pihak yang terlibat dalam Tour de Singkarak 2018 harus berjalan baik agar kegiatan juga sukses.
Koordinasi dengan PT KAI juga penting karena bisa membahayakan pebalap jika tidak terjalin dengan baik. (*)
