Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina aktifkan "crisis center" untuk penanganan gempa dan penyaluran energi di Donggala

Sabtu, 29 September 2018 06:43 WIB
Image Print
Ilustrasi - Truk distribusi BBM Pertamina. (Antara)

Jakarta (Antaranews Sumbar) - PT Pertamina (Persero) mengaktifkan Pusat Komando dan Pengendalian (crisis center) untuk mengoordinasikan upaya penanganan dan penyaluran energi akibat gempa berkekuatan 7,7 SR di Donggala, Sulawesi Tengah.

"Kami juga menyiapkan rencana alternatif penyaluran energi ke Palu dan sekitarnya. Hal ini tentunya sangat bergantung pada kondisi akses transportasi," kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (28/9).

Roby mengatakan bencana gempa bumi itu turut berdampak pada operasi Pertamina di wilayah Palu dan sekitarnya.

Hingga saat ini, Pertamina terus melakukan identifikasi dampak bencana terhadap Terminal BBM Donggala, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE), Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), dan sejumlah lembaga penyalur BBM serta elpiji.

Pertamina pun terus berupaya mengumpulkan informasi terkait kondisi pekerja dan sarana fasilitas distribusi Pertamina di sekitar wilayah terdampak.

TBBM Donggala selama ini memasok bahan bakar ke 55 SPBU, 3 SPBU Nelayan, 3 Agen Premium Minyak Tanah dan Solar (APMS), serta 1 Agen Minyak Tanah (AMT).

Wilayah pasokan TBBM Donggala meliputi Kodya Palu, Kabupaten Donggala, Buol, Mamuju tengah, Mamuju Utara, Parimo, Poso, Sigi, Toli Toli. Sementara untuk kebutuhan elpiji di Sulawesi Tengah dipenuhi oleh 4 SPBBE.

Selain energi, Pertamina juga menyiapkan bantuan penanganan korban bencana berupa makanan dan kebutuhan hidup dasar.

"Besok Sabtu (29/9), Pertamina berencana mengirimkan tim dari Makassar ke Donggala untuk membantu tim setempat. Kami juga mempertimbangkan kondisi akses transportasi, karena bandara ditutup," kata Roby. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026