Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina perkuat kesiapsiagaan penanganan darurat operasional SPBU

Kamis, 7 Mei 2026 12:45 WIB
Image Print
Sejumlah petugas melakukan simulasi memadamkan kobaran api di salah satu SPBU Kota Padang, Sumatera Barat. Antara/HO-Humas Pertamina Sumbagut

Kota Padang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di tingkat operasional SPBU termasuk dengan memastikan kesiapan personel serta keandalan sistem.

"Salah satunya melalui simulasi penanggulangan keadaan darurat kebakaran di SPBU yang mana menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan personel di garis depan operasional," kata Region Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Agoeng Priyanto di Padang, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan simulasi merupakan bagian dari implementasi tanggap darurat untuk memastikan efektivitas penanganan keadaan darurat di tingkat operasional SPBU. Melalui simulasi tersebut Pertamina memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat ditangani secara cepat, aman dan terkendali guna melindungi masyarakat, pekerja serta fasilitas operasional.

"Simulasi difokuskan pada kemampuan respons awal di tingkat SPBU sehingga setiap operator dan petugas memiliki kesiapan dalam melakukan tindakan cepat, tepat dan sesuai prosedur saat menghadapi kondisi darurat," jelasnya.

Lebih jauh, ia juga memastikan koordinasi dengan pemangku kepentingan eksternal dapat berjalan efektif sebagai bagian dari sistem tanggap darurat terpadu.

Untuk penguatan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat operasional SPBU di Kota Padang, ia menyampaikan simulasi telah dilaksanakan dengan skenario kebakaran sepeda motor di area Pulau Pompa SPBU 14.251.520 yang berlokasi di Kecamatan Koto Tangah.

Dalam skenario simulasi, kebakaran dipicu oleh adanya kebocoran tangki bahan bakar sepeda motor. Hal itu menyebabkan BBM mengalir ke bagian mesin serta menimbulkan percikan api saat kendaraan dinyalakan sehingga memicu kebakaran di area itu.

Merespons kondisi tersebut, petugas SPBU menjalankan prosedur tanggap darurat secara cepat dan terkoordinasi yang dimulai dari penghentian operasional melalui emergency shut-off, pelepasan nozzle serta pemberian peringatan darurat.

"Penanganan juga dilanjutkan dengan pemadaman menggunakan APAR dan APAB, evakuasi korban dan kendaraan ke area aman serta pengaktifan tim penanggulangan keadaan darurat," ujarnya.

Simulasi tersebut secara umum menjadi sarana evaluasi berkelanjutan dalam memperkuat budaya HSSE di lingkungan operasional sehingga aspek keselamatan tidak hanya dipahami secara teori, melainkan teruji dalam praktik di lapangan mulai dari pencegahan, penanganan hingga pemulihan.

Senada dengan itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menambahkan simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami ingin memastikan setiap potensi risiko di SPBU telah diantisipasi dengan sistem, prosedur dan kesiapan personel yang terstandar," ujar dia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026