Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga WNI yang disandera sejak 2017 di Filipina berhasil dibebaskan

Senin, 17 September 2018 11:12 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam jamaah tablig bersiap dievakuasi dengan pengawalan Angkatan Bersenjata Filipina dari Marawi City, Provinsi Lanao del Sur di Pulau Mindanao, Filipina, Kamis (1/6). Tim KBRI di Manilla dan Davao City dengan bantuan otoritas keamanan Filipina mengevakuasi 10 orang WNI dari Masjid Inu Daran di Marawi City dan enam orang WNI dari Masjid Al Kuwait di kota Sultan Naga Dimaporo ke Davao City untuk selanjutnya diterbangkan ke Indonesia terkait terjadinya konflik bersenjata antara pemerintah Filipina dengan kelompok militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS di Marawi City. (ANTARA FOTO/Al Jazeera/Adiguno/WSJ/SPT/17.)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Kementerian Luar Negeri RI membenarkan tiga WNI yang disandera sejak awal 2017 di Filipina sudah berhasil dibebaskan.
"Untuk saat ini saya hanya bisa mengatakan, mengkonfirmasikan bahwa itu benar," kata Wamenlu AM Fachir usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima delegasi Senat Republik Cheko di Istana Merdeka Jakarta, Senin.
Wamenlu menyebutkan tiga WNI yang disandara sejak Januari 2017 itu bebas dan menurut tim di lapangan mereka dalam kondisi sehat.

"Insya Allah satu dua hari ini ada perkembangan dan kita akan sampaikan karena saat ini tidak bisa menyampaikan detailnya dulu karena menyangkut pertimbangan keamanan," kata Fachir.
Mengenai posisi keberadaan mereka, Wamenlu mengatakan yang jelas mereka sudah bebas.
"Artinya, kita sudah mengkonfirmasi itu bebas dan akan segera dipulangkan, " katanya.
Sebelumnya diberitakan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina pada awal tahun 2018 akhirnya berhasil dibebaskan. Informasi terbaru disampaikan kepolisian Filipina.

Menurut polisi, ketiga orang tersebut dibebaskan pada Jumat (14/9) dengan bantuan kelompok Moro National Liberation Front (MNLF). Kelompok pemberontak ini sudah menandatangani perjanjian damai dengan Pemerintah Filipina.

Ketiga orang tersebut sudah berada di tangan duta besar Indonesia di selatan Kota Zamboanga pada Minggu 16 September 2018, seperti dikutip dari laman The Inquirer.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026