Ini cara Pemkot Payakumbuh untuk mewujudkan kota bersih

id Jhon Kenedy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Jhon Kenedy. (Antara Sumbar/Novia Harlina)

Setelah ada pengolahan sampah organik, otomatis pupuk bisa diproduksi sehingga bisa dijadikan untuk pupuk bibit tanaman hias yang akan ditanam di sekitar kota
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat segera menerapkan sistem pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, diawali dari pemilahan antara organik dan non organik.

"Untuk mewujudkan kota yang bersih, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Jhon Kenedy di Payakumbuh, Selasa.

Ia menyebutkan volume sampah di Kota Payakumbuh mencapai 78 ton per hari. Oleh sebab itu harus ada komitmen dari semua pihak untuk mengelola sampah tersebut.

Menurut dia setiap rumah tangga yang memiliki halaman luas akan diajak dan dibuatkan dua buah lobang untuk sampah organik dan non organik, sehingga petugas kebersihan ketika menjemput sampah sudah terpilah.

Kemudian bagi rumah yang tidak memiliki halaman luas akan dibuatkan biopori, jadi sampah organik nantinya akan dimasukan ke lobang-lobang biopori tersebut dan setelah beberapa waktu juga bisa dijadikan pupuk.

Sementara untuk sampah non organik seperti plastik dan kaleng akan disediakan tempatnya, kata dia.

Kemudian untuk tempat pengumpulan sampah di tingkat kecamatan juga sedang digagas pengolahan pupuk organik dan tanaman hias.

"Setelah ada pengolahan sampah organik, otomatis pupuk bisa diproduksi sehingga bisa dijadikan untuk pupuk bibit tanaman hias yang akan ditanam di sekitar kota," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalkan fungsi bank sampah di sekolah-sekolah dan kelurahan sehingga volume sampah terus berkurang.

Jhon menyampaikan pada 2025 ditargetkan 30 persen dari 78 ton sampah saat ini sudah berkurang, dan 70 persennya sudah terkelola.

DLH, lanjutnya juga terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mengelola sampah itu penting.

"Mungkin butuh waktu, namun jika semuanya berkomitmen pasti bisa tercapai," tambah dia. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar