
Narasumber lokakarya perkenalkan lima pilar penciptaan tari berbasis tradisi

Padang (ANTARA) - Narasumber lokakarya tari digelar Taman Budaya Sumatera Barat, Venny Rosalina memperkenalkan lima pilar penciptaan tari berbasis tradisi kepada para peserta.
"Pertama memahami identitas dan objek budaya sebagai pengantar tradisi, kemudian kedua mengolah tradisi itu menjadi embrio ide," kata Venny menyampaikan materinya di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat di Padang, Senin.
Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) itu mengatakan, pilar selanjutnya dalam penciptaan tari berbasis tradisi adalah menemukan sudut pandang kritis kemudian melakukan eksplorasi gerak dan membedah aktivitas menjadi bahasa tubuh.
Pilar terakhir adalah komposisi dan ekplorasi dengan memadukan segala unsur kreativitas dalam menghasilkan karya.
Menurutnya, tradisi adalah perpustakaan gerak dan makna, maka lokakarya ini menggunakan pendekatan kasus pada tradisi lokal, contohnya seperti tari panen dan silek Ulu Ambek.
Venny menambahkan, sebuah objek tradisi akan menghasilkan karya berbeda jika dibedah dari sudut pandang yang berbeda.
"Sudut pandang itu yakni dari sisi sosial, budaya, agama, dan antropologi," katanya/
Venny juga mengatakan, peserta harus dapat merangkai konsep menjadi bentuk, dengan penyusunan karya membutuhkan penguasaan atas tiga elemen absolut tubuh, yakni ruang, waktu dan tenaga.
Lokakarya tari Ganggam Tari Kontemporer 4 itu diikuti sedikitnya 25 peserta dari berbagai daerah dan digelar hingga tiga hari ke depan. (*)
Pewarta: Fitra Yogi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
