Kurangi pemakaian plastik, DLH Payakumbuh dorong pedagang kembali ke pola tradisional

id Jhon Kenedy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Jhon Kenedy. (Antara Sumbar/Novia Harlina)

Melalui pembelajaran di sekolah juga merupakan upaya pengendalian sampah plastik di masa depan
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, mendorong masyarakat dan pedagang untuk mengurangi pemakaian plastik, karena penguraiannya lambat dan berpengaruh pada perubahan iklim.

"Pemakaian plastik di tingkat pedagang bisa mulai diubah dengan kembali ke pola tradisional, misalnya membungkus bawang dengan daun pisang," kata Kepala DLH Kota Payakumbuh, Jhon Kenedy di Payakumbuh, Selasa.

Kemudian masyarakat ketika ke pasar juga diminta membawa kantong yang terbuat dari kain atau tas terbuat dari bahan karung goni yang banyak dijual di pasar.

Pihaknya juga berharap masing-masing rumah tangga mengumpulkan sampah plastiknya dalam satu wadah, kemudian DLH akan menjemput sekali dalam sebulan khusus untuk sampah plastik.

Menurutnya ketika sudah menjadi sampah, plastik memiliki pengaruh yang cukup besar pada kehidupan, sehingga penggunaannya memang harus dikurangi.

Pengaruhnya, jelas dia selain menyebabkan banjir, juga pada pencemaran udara jika sampah plastik dibakar dalam jumlah besar. Oleh sebab itu solusinya yakni dengan mengurangi pemakaiannya.

Selain itu juga bisa didaur ulang, atau dijadikan bahan untuk membuat kerajinan dan pra karya. Apalagi lanjutnya penguraian sampah plastik cukup lama membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Ia juga mendorong guru-guru di sekolah dapat memasukkan pemanfaatan sampah plastik untuk dijadikan karya seni, sehingga generasi penerus bangsa sudah paham bahwa pemakaian sampah plastik harus diminimalkan.

"Melalui pembelajaran di sekolah juga merupakan upaya pengendalian sampah plastik di masa depan," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar