Sijunjung kembangkan pesona geologi di jalur patahan Sumatra

id Silokek

FGD pengembangan geopark Silokek Sijunjung (Ist)

Muaro (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat gelar focus group discussion (FGD) untuk rencana pengembangan pesona geologi di jalur patahan Sumatra sebagai penambah daya tarik geoprak Silokek.

Kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga itu, guna mematangkan perencanaan pengembangan geopark Silokek, berlangsung di Gedung Pancasila, Kamis (5/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk menampung berbagai masukan terkait pengembangan kawasan Geopark Silokek yang melibatkan berbagai unsur atau pemangku kepentingan.

Kegiatan dibuka Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat, Reti Wafda, turut dihadiri Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Zefnihan, Kepala OPD terkait, Ketua Forum Kabupaten Sehat, Camat Sijunjung, Camat Sumpur Kudus, Wali Nagari se Kecamatan Sumpur Kudus, Wali Nagari se Kecamatan Sijunjung, serta anggota tim percepatan Geopark Silokek dan undangan lainnya.

Kepala Balitbang Sumbar, Reti menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua stakeholder yang terkait, ternyata Kabupaten Sijunjung tercepat dalam pengurusan Geopark dibanding kabupaten lainnya.

Sekdakab Zefnihan dalam sambutannya berharap kepada peserta agar mengikuti, mendalami serta turut memberi masukan atas apa yang diberikan tim pakar.

"Mudah-mudahan dengan keseriusan kita, bisa menjadi batu loncatan untuk menjadikan Sijunjung, Madani, Adil, Jaya dan Sejahtera sebagaimana yang kita nyanyikan setiap saat," ujarnya.

FGD pengembangan geopark Silokek Sijunjung (Ist)


Sementara itu, Ketua DPRD Sijunjung Yusnidarti dalam kesempatan yang menyampaikan, pihak legislator akan mendukung penuh apa yang direncanakan Pemerintah Daerah dan membawa berkah untuk Nagari Lansek Manih ini sehinggga apa yang menjadi visi misi Bupati kita terwujud.

"Saya harap kepada tim agar benar-benar bekerja dengan sungguh-sungguh, supaya masyarakat Sijunjung bisa menikmati rencana kita ini," harapnya.*
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar