DPRD Tanah Datar minta pemerintah lebih memperhatikan guru honorer

id Anton Yondra

Sidang Paripurna Istimewa DPRD Tanah Datar dalam rangka penyampaian keputusan tentang catatan strategis DPRD Tanah Datar terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2018. (Antara Sumbar/Syahrul Rahmat)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - DPRD Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat meminta pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan nasib guru honorer yang ada di daerah itu.

Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Tanah Datar dalam rangka penyampaian keputusan tentang catatan strategis DPRD Tanah Datar terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2017.

"Kita mengharapkan pemerintah daerah lebih memperhatikan guru honorer yang ada di Tanah Datar," kata Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra di Batusangkar, Rabu.

Ia menyebutkan hingga saat ini gaji guru honor masih kecil, dan gaji tersebut diambil dari dana Bantuan Operasdional Sekolah (BOS) yang diterima oleh setiap sekolah.

Akan tetapi permasalahannya adalah jumlah dana BOS yang diterima oleh masing-masing sekolah itu berbeda, ada yang nominalnya besar dan ada yang kecil, sehingga akan berdampak pada gaji yang diterima oleh guru honorer tersebut.

Selanjutnya ia menyebutkan bahwa untuk tahun ini pihaknya sudah kembali menganggarkan dana untuk guru honorer.

Akan tetapi kenyataan yang ada di lapangan masih ditemukan ada guru honor yang menjadi guru kelas dan belum menerima tunjangan yang telah dianggarkan.

Hal tersebut menurutnya harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah, dan jangan sampai ada aturan berbelit-belit yang kemudian malah menyulitkan.

Sementara itu Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan pemerintahan yang dijalankannya saat ini tidak terlepas dari dukungan serta kritikan dari berbagai pihak.

Ia menyebutkan dengan adanya kritikan dari pihak legislatif maka akan menjadi koreksi bagi pemerintahannya saat ini dan akan menjadi pelajaran untuk masa mendatang. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar