Diduga pungli pengurusan sertifikat, pejabat BPN Solok terjaring OTT (video)

id OTT Pungli sertifikat,BPN Solok,Polres Solok

Kapolres Arosuka, AKBP Ferry Irawan (tengah) didampingi Waka Polres Kompol El.Lase (sebelah kanan) menunjukkan bukti sertifikat pada media. (ANTARA SUMBAR/Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Polres Solok Arosuka, Sumatera Barat mendampingi Tim Saber Pungli Polhukam RI melakukan operasi tangkap tangan terhadap seorang pejabat Badan Petanahan Nasional (BPN) Kabupaten Solok (MI) karena diduga melakukan pungutan liar pengurusan sertifikat.

"Operasi yang dilaksanakan Kamis (31/5) berdasarkan data dari Saber pungli polhukam RI, kami mendampingi dipimpin Waka polres dengan temuan bukti uang Rp6 juta," kata Kapolres Solok Arosuka, AKBP Ferry Irawan, Senin di Arosuka, Senin.

Ia menyebutkan bahwa tersangka MI adalah Kepala Seksi (Kasi) Pengukuran yang baru beberapa bulan bertugas di BPN Kabupaten Solok.

"OTT tersebut terkait hal pengurusan sertifikat, yang mana tersangka dengan modus meminta pungutan di luar aturan karena korban notaris Lisna Yulianti terdesak agar pengurusan sertifikat dipercepat," ujarnya.

Ia menduga bahwa kegiatan pungutan telah terjadi berulang kali sebab di kantor tersebut masih ada sertifikat dari 2014 yang belum diberikan kepada masyarakat. Satu sertifikat dipungut biaya sekitar Rp6 juta.

Kasusnya sekarang diserahkan kepada Polres Arosuka untuk ditindaklanjuti. Kasus tersebut kini masih dalam pengembangan pemeriksaan untuk mengetahui keterkaitan pihak lain, kata dia.

"(Kasus) pungli ini kami segera ekspos agar masyarakat tahu dengan kejadian tersebut dan tidak terulang lagi," ujarnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 tentang korupsi, dengan hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 6 tahun.

Dalam OTT tersebut juga ikut diamankan seorang pegawai honor BPN Solok, Dorra Oktalia dan mengamankan barang bukti uang Rp12.106.000. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar