Polres Solok Arosuka keluarkan 786 tilang selama operasi patuh singgalang

id Operasi Patuh Singgalang,Polres Solok

Seorang polisi satuan lalu lintas Polres Solok memeriksa kendaraan bermotor yang ditilang selama Operasi Patuh Singgalang 2018. (Antaranews Sumbar/Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah mengeluarkan 768 surat bukti pelanggaran (Tilang) selama dua minggu pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang, 26 April hingga 9 Mei 2018.

"768 tilang ini dikeluarkan saat operasi yang kita lakukan di sekitar wilayah hukum polres setempat dan meningkat 43 persen dari 2017," kata Kasat Lantas Polres Solok Arosuka, Iptu Bayful Yendri di Arosuka, Kamis.

768 tilang ini dikeluarkan setelah melakukan operasi patuh dengan sistem razia dan hunting (mencari langsung).

Pelanggaran yang paling dominan dilakukan oleh pengendara tidak membawa SIM 354 tilang, dan tidak membawa STNK atau tidak berlaku lagi 407 tilang, dan 25 berkas lainnya merupakan tilang pencurian motor.

"Dari keseluruhan 81 tilang merupakan pengendara di bawah umur," ujarnya.

Ia menambahkan, kendaraan ini akan diserahkan kepada pemilik setelah sidang dilakukan di Pengadilan Negeri Koto Baru (8/6), karena saat operasi barang bukti tidak boleh diserahkan kepada pemilik.

Sementara sasaran operasi merupakan pengemudi menggunakan telepon genggam, melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi menggunakan narkoba dan berkendara melebihi batas kecepatan ditentukan.

"Kita berharap dengan operasi ini masyarakat semakin sadar dengan aturan lalu lintas, sehingga penyebab laka berkurang," katanya.

Selama operasi Patuh Singgalang terjadi tiga kecelakaan lalu lintas (laka) dengan tiga korban luka ringan, sama dengan 2017 dengan tiga laka terjadi.

Sebelum operasi dilakukan, pihaknya telah melakukan berbagai sosialisasi dan pemberitahuan melalui spanduk dan baliho agar masyarakat melengkapi atribut kendaraan serta mematuhi aturan lalu lintas.

Sementara untuk pengendara di bawah umur, lanjutnya, pihak lantas akan memberikan sosialisasi lebih sering ke sekolah-sekolah, sehingga siswa melengkapi atribut kendaraan.

"Jika perlu polres akan membuat kesepakatan dengan sekolah, sehingga siswa yang masih di bawah umur bisa dilarang memakai motor," ujarnya.

Operasi ini rutin digelar polri setiap menjelang Idul Fitri dengan tujuan mengurangi angka kecelakaan di wilayah hukum Polres setempat. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar