
Pengamat: Indikasi Turunnya Kinerja Batavia Telah Terlihat

Jakarta, (antarasumbar.com) - Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan, turunnya kinerja maskapai penerbangan Batavia Air sebenarnya telah terlihat sejak beberapa waktu lalu sehingga hal tersebut juga dapat dinilai menuju ke arah kepailitan. "Sejak awal tahun berjalan telah terlihat ada indikator," kata Dudi Sudibyo dalam diskusi tentang dunia penerbangan nasional di Jakarta, Jumat (8/2). Dudi mencontohkan, maskapai penerbangan tersebut telah mengurangi jumlah pesawatnya sehingga tidak lagi memadai dalam menerbangi hingga sebanyak lebih dari 30 rute yang dilintasi oleh Batavia Air. Ia juga menyatakan kecurigaannya bahwa meski laporan keuangan Batavia Air yang terakhir dinilai cukup bagus, tapi laporan tahun sebelumnya ternyata tidak terlalu bagus. Selain itu, Dudi yang juga mantan wartawan itu juga mengingatkan tentang batalnya akuisisi yang rencananya akan dilakukan oleh maskapai AirAsia terhadap Batavia Air pada tahun 2012 lalu. Menurut dia, kemungkinan pembatalan akuisisi yang akan dilakukan oleh AirAsia karena pada awalnya, Batavia tidak mengungkapkan keseluruhan utang yang dimiliki oleh maskapai penerbangan tersebut. Padahal, CEO AirAsia Tony Fernandes terkenal akan "tangan dinginnya" dengan merubah maskapai yang merugi menjadi untung. Ia menuturkan, kasus yang menimpa Batavia Air juga serupa dengan sejumlah maskapai penerbangan yang terdahulu juga pernah berhenti beroperasi di Indonesia. Sebelumnya, maskapai penerbangan Batavia Air mengakui terpaksa mengakhiri operasional pesawatnya pada Kamis tengah malam (31/1) menyusul dengan adanya putusan pailit yang dijatuhkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. "Setelah keluarnya putusan pailit tersebut, dengan sangat terpaksa seluruh kegiatan operasional bisnis penerbangan Batavia Air ditutup mulai pukul 00.00 WIB pada 31 Januari 2013," kata PR Manager Batavia Air Elly Simanjuntak di Jakarta, Rabu (30/1). Sebagaimana diketahui, berakhirnya operasional itu karena adanya permohonan pailit oleh perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) terhadap Batavia Air. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam putusannya No. 77/pailit/2012/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 30 Januari 2013 telah menjatuhkan putusan pailit kepada Batavia Air. "Manajemen Batavia Air pun menerima putusan pailit tersebut," katanya. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
