Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat: Rekrutmen Caleg Terbuka Indikasi Lemahnya Kaderisasi

Sabtu, 16 Maret 2013 19:25 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Doktor Asrinaldi menilai pola rekrutmen calon anggota legislatif secara terbuka pada beberapa partai politik merupakan indikasi lemahnya kaderisasi partai untuk mencetak pemimpin. Jika partai politik lebih mengutamakan rekrutmen caleg secara terbuka, hal itu merupakan indikasi sistem kaderisasi partai yang seharusnya mencetak calon pemimpin tidak berjalan baik, katanya di Padang, Sabtu. Dikatakan secara kualitas calon anggota legislatif yang direkrut melalui sistem kaderisasi partai akan lebih berkualitas ketimbang figur yang direkrut secara terbuka. Hal itu mengingat, kata dia, salah satu fungsi partai politik adalah melakukan kaderisasi untuk menghasilkan calon pemimpin. Melalui kaderisasi partai, seseorang tentu akan dipersiapkan secara matang untuk menjadi legislator. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak seluruh partai yang ada di Tanah Air merupakan partai kader sehingga rekrutmen caleg secara terbuka merupakan salah satu pilihan, kata dia. Sebenarnya, jika dilakukan secara terbuka terdapat beberapa kelebihan, yaitu semua orang diberi kesempatan untuk menjadi calon anggota legislatif melalui partai tersebut. Cara tersebut, menurut dia, lebih baik ketimbang penunjukan caleg hanya berdasarkan kedekatan keluarga dan hubungan pertemanan semata, kata dia. Selain itu, dengan cari itu, partai berharap akan mendapat figur yang popularitas relatif cukup baik sehingga dapat mendongkrak suara partai. Lebih lanjut, kelemahan lain rekrutmen caleg secara terbuka dapat saja hal itu dilakukan oleh partai sebagai sarana untuk meraup uang . Siapa yang ingin mendapatkan nomor urut yang baik harus menyetor sejumlah dana, kata dia. Akan tetapi, dengan cara demikian bagi kandidat yang hendak maju dan memiliki idealisme akan mundur secara teratur sehingga tujuan partai untuk mendongkrak popularitas melalui figur tertentu akhirnya tidak tercapai. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026