
Gubernur Minta Kepala Daerah Kembangkan Tanaman Cabai
Selasa, 6 Desember 2016 19:50 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meminta bupati dan wali kota mempelopori pengembangan tanaman cabai di pekarangan rumah masyarakat sebagai salah satu solusi mengatasi kelangkaan stok dalam rangka menekan laju inflasi.
"Saya minta kepala daerah membantu siapkan bibit, bagikan 10 sampai 20 batang untuk ditanam di pekarangan masyarakat, jika semua kabupaten kota melakukan akan mencegah terjadinya kelangkaan cabai," kata dia di Padang, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu pada pertemuan tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar dengan tema Mengoptimalkan Potensi dan Memperkuat Resiliensi dihadiri pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya untuk memenuhi kebutuhan cabai Sumbar jika hanya mengandalkan dari petani tidak memungkinkan karena hasil produksi selama ini merupakan kategori baik dan lebih banyak dipasarkan ke luar provinsi.
"Petani tentu juga ingin untung, kalau dijual ke luar provinsi harga lebih tinggi karena itu sulit mempertahankan cabai lokal untuk dipasarkan di Sumbar," kata dia.
Ia mengatakan sebelumnya di Padang sudah ada program penanaman sejuta batang cabai di pekarangan masyarakat, program seperti ini perlu ditiru oleh daerah lain agar harga cabai lebih terkendali.
Sementara Kepala perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko mengatakan gangguan pasokan bahan pangan menjadi penyebab tingginya inflasi di provinsi itu.
"Inflasi kelompok bahan pangan bergejolak tercatat cukup tinggi pada November 2016 yaitu sebesar 3,90 persen, melonjak signifikan dibandingkan Oktober 2016 sebesar 1,38 persen", kata dia.
Ia menyampaikan kenaikan harga bahan pangan bergejolak disumbang oleh komoditas strategis cabai merah, beras dan bawang merah akibat terganggunya pasokan sebagai dampak gangguan cuaca.
Pasokan cabai merah yang selama ini didatangkan dari daerah Jawa, banyak mengalami gangguan akibat serangan hama ditengah tingginya curah hujan di daerah tersebut, katanya.
Sedangkan pasokan cabai merah lokal Sumbar baru memasuki musim tanam pada November 2016, sehingga produksinya masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, lanjut dia.
Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai.
"Untuk ASN di Kota Padang diimbau menanam cabai di pekarangan rumah," katanya.
Ia menyarankan di setiap rumah menanam cabai minimal sepuluh batang polybag agar dapat mencukupi kebutuhan dalam mengantisipasi melonjaknya harga cabai di pasaran.
"Dalam waktu dekat mungkin belum akan terlihat hasilnya tapi tiga bulan kemudian sudah panen" ujarnya. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
