
Legislator Sumbar: Peserta Aksi Damai Jangan Terprovokasi

Padang, (Antara Sumbar) - Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat Aristo Munandar mengimbau peserta aksi damai 2 Desember 2016 yang datang dari berbagai daerah penjuru tanah air untuk tidak terprovokasi dengan pihak-pihak yang mencoba memancing kerusuhan.
"Menggelar aksi dan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara, namun tidak boleh rusuh," katanya di Padang, Rabu.
Ia menyebutkan apapun bentuk aksi yang digelar haruslah berjalan damai, karena untuk mencerminkan masyarakat yang cerdas setiap penyampaian aspirasi harus dengan tenang agar permasalahan yang disuarakan tersampaikan dengan jelas dalam suasana damai.
Jika masyarakat dapat menjalankan aksi dengan damai, tentu pemerintah pusat juga akan nyaman dalam menyikapi aspirasi rakyat itu.
"Aksi demonstrasi itu tujuannya agar seluruh aspirasi rakyat dapat didengar oleh pemerintah, maka sampaikanlah dengan tenang," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan atas permasalaha ini.
"Jangan biarkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan aksi untuk kepentingannya," tambahnya.
Ia berharap masyarakat Sumbar yang akan mengikuti aksi yang diperkirakan berjumlah 300 orang tersebut dapat menjaga keselamatan mulai dari berangkat hingga kembali.
Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengimbau masyarakat untuk tidak ikut dalam aksi demonstrasi 2 Desember.
"Sebagai gubernur saya minta, kalau bisa jangan ada masyarakat Sumbar yang ikut demonstrasi," imbaunya.
Ia menilai jika tujuan demonstrasi awal adalah agar Ahok diprosoes hukum, maka sebenarnya demonstrasi 4 November 2016 sudah cukup, karena sekarang yang bersangkutan telah diperiksa pihak kepolisian.
Meski demikian, ia juga tidak melarang jika tetap ada warga Sumbar yang ingin ikut berdemo. (*)
Pewarta: Novia Harlina
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
