Logo Header Antaranews Sumbar

Pokdakan Sumbar Panen Perdana Lele Sistem Bioflok

Rabu, 2 Maret 2016 21:50 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Kelompok budi daya ikan lele di Kelurahan Sungai Sapih, Kota Padang, melakukan panen perdana dengan menggunakan sistem teknologi bioflok.

"Panen perdana ini dengan jumlah 1.500 kilogram ikan dari bibit awal sebanyak 2.500 ekor," kata Ketua Kelompok Budidaya Ikan Dapur Lele, Rahmad di Padang, Rabu.

Ia mengatakan jumlah panen ini sudah mencapai target dari 2.500 bibit awal.

Menurutnya, budi daya ikan lele dengan sistem bioflok cukup efektif dibanding menggunakan kolam terpal, karena tampungan ikan lebih banyak, tidak menggunakan tempat yang luas, dan minim pakan.

Bioflok adalah menyatukan semua bahan yang ada dalam proses pembesaran. Sedangkan flok merupakan oksigen yang terlarut yang bisa dimanfaatkan seperti dari sisa makanan yang biasanya dijadikan sebagai makanan ikan itu sendiri.

"Daya tampung kolam terpal 50 sampai 100 ekor ikan per satu meter persegi, sedangkan menggunakan sistem bioflok bisa mencapai 500 ekor," katanya.

Ia menambahkan, akan mengembangkan lagi sistem bioflok dengan memanfaatkan listrik dari tenaga surya dengan tujuan agar tidak terlalu banyak biaya terpakai.

Kemudian, kendala yang dihadapi dalam membudidayakan ikan adalah cuaca di Padang yang berubah-ubah, lalu biaya pakan yang besar.

"Kami berharap ada bantuan subsidi pakan dari pemerintah, agar perkembangan budidaya ikan lele kelompok ini semakin berkembang," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri, mengatakan, terus mendorong dan membina kelompok usaha perikanan agar dapat berkembang dalam memproduksi ikan lele.

"Kebutuhan ikan lele di Sumbar semakin banyak dengan olahan yang semakin beragam, akan tetapi persediaan ikan kurang. Untuk itu peningkatan produktivitasnya kami arahkan kepada para pelaku usaha," katanya.

Untuk itu, katanya, DKP mencoba mencari pelaku perikanan serta anak muda yang dapat dilatih untuk dibina di kolam percontohan di Sungai Sapih ini, yang merupakan kolam percontohan.

Ia menyebutkan, sistem bioflok ini merupakan program kementerian yang baru dikembangkan di Pulau Jawa. Untuk Sumatera, katanya, baru tiga provinsi yang memperkenalkannya, yakni Jambi, Riau dan Sumbar. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026