
Polisi: Tertib Lantas harus Dimulai Diri Sendiri

Simpang Ampek, (ANTARA) - Kepala Satuan Lalu-Lintas Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, AKP M Sajarod Zakun menegaskan kesadaran tertib berlalu-lintas harus datang dari pengendara sendiri. "Faktor kesadaran mematuhi rambu-rambu lalu-lintas dan tidak ugal-ugalan dijalan harus muncul dari diri sendiri. Sosialisasi terus kita lakukan dalam rangka memupuk kesadaran bagi pengendara," kata dia, Sabtu . Menurutnya, khusus untuk Pasaman Barat korban kecelakaan didominasi oleh kalangan remaja. Selain kesadaran masih rendah, sifat remaja yang ugal-ugalan menyebabkan kecelakaan terjadi. "Kita terus berupaya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang tertib berlalu-lintas dengan memupuk kesadaran sejak dini. Generasi muda atau pelajar termasuk sasaran untuk mensosialisasikan kesadaran berlalu-lintas,"katanya. Dia mengatakan, kegiatan workshop, pelatihan serta sosialisasi ke sekolah-sekolah merupakan agenda yang terus ditingkatkan. "Kita ingatkan kepada masyarakat agar tidak kebut-kebutan dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu-lintas,"katanya. Dia menjelaskan peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam ketertiban berlalu-lintas. Sosialisasi yang dilakukan harus ada dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, guru, kepala sekolah dan alim ulama. Lebih jauh dia katakan, awal 2013 pihaknya sudah menangani 8 kasus kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan itu mengakibatkan 3 korban tewas, tujuh orang luka berat dan tujuh orang luka ringan dengan kerugian sekitar Rp18 juta. Sebelumnya, tahun 2012 lalu pihaknya menangani sekitar 208 kasus kecelakaan dengan 93 orang tewas, luka berat 195 orang dan luka ringan 117 orang. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta. "Selain tingkat kesadaran pengendara masih rendah, jumlah volume kendaraan setiap tahunnya semakin beertambah. Sedangkan kondisi jalan masih sempit dan perlu diperlebar oleh pihak yang berwenang lagi,"harapnya. (*/aml/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
