Nelayan sulit melaut akibat pendangkalan sungai di Padang
- 17 June 2026 9:31 WIB
Nelayan menarik jaring pukat mereka yang berisi sampah di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026). Akibat cuaca buruk dan tidak bisa melaut, nelayan setempat menjalankan tradisi Maelo Pukek atau menarik dari pantai jaring pukat yang ditebar menggunakan perahu ke laut namun hasil tangkapan didominasi oleh sampah plastik. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/wsj.
Nelayan memilah ikan di antara sampah-sampah yang memenuhi jaring pukat mereka di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026). Akibat cuaca buruk dan tidak bisa melaut, nelayan setempat menjalankan tradisi Maelo Pukek atau menarik dari pantai jaring pukat yang ditebar menggunakan perahu ke laut namun hasil tangkapan didominasi oleh sampah plastik. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/wsj.
Nelayan menarik jaring pukat mereka yang berisi sampah di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026). Akibat cuaca buruk dan tidak bisa melaut, nelayan setempat menjalankan tradisi Maelo Pukek atau menarik dari pantai jaring pukat yang ditebar menggunakan perahu ke laut namun hasil tangkapan didominasi oleh sampah plastik. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/wsj.
Nelayan memilah ikan di antara sampah-sampah yang memenuhi jaring pukat mereka di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026). Akibat cuaca buruk dan tidak bisa melaut, nelayan setempat menjalankan tradisi Maelo Pukek atau menarik dari pantai jaring pukat yang ditebar menggunakan perahu ke laut namun hasil tangkapan didominasi oleh sampah plastik. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/wsj.
Nelayan memilah ikan di antara sampah-sampah yang memenuhi jaring pukat mereka di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026). Akibat cuaca buruk dan tidak bisa melaut, nelayan setempat menjalankan tradisi Maelo Pukek atau menarik dari pantai jaring pukat yang ditebar menggunakan perahu ke laut namun hasil tangkapan didominasi oleh sampah plastik. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/wsj.