
Disperindag Sumbar Unggulkan Produk Kerajinan Hadapi MEA

"Pemilihan produk kerajinan sebagai unggulan karena industri kerajinan Sumbar dinilai sangat mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri. Produk kerajinan tersebut ialah kerajinan tangan dan tidak diproduksi massal sehingga hal itu menjadi nilai tambah," kata Kepala Disperindag Sumbar, Mudrika di Padang, Kamis.
Ia mengatakan meskipun kerajinan asal Sumbar itu dibuat menggunakan metode konvensional, namun dinilai mampu bersaing memenuhi permintaan MEA, karena metode tersebut akan membuat nilai suatu produk lebih eksklusif.
"Kerajinan asal Sumbar yang menjadi unggulan tersebut cukup banyak di antaranya songket, bordir, dan sulaman," ujarnya.
Menurutnya, produksi kerajinan tersebut tidak perlu dilakukan secara besar-besaran, namun harus berjalan secara rutin dan terus menerus tanpa harus memaksa industri kerajinan membeli mesin-mesin dalam mempermudah usaha.
Selain itu untuk persaingan dari segi harga, mungkin produk-produk dari negara lain lebih murah, namun Sumbar harus tetap konsisten dalam memperhatikan kualitas produk terlebih dahulu.
"Selama ini sudah banyak sosialisasi pada masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sumbar untuk terus berkreasi dan tetap lebih mencintai serta memilih produk sendiri atau produk Indonesia dibanding produk luar negeri," katanya.
Terkait produk makanan, ia mengatakan Sumbar mempunyai produk unggulan seperti kerupuk pedas, rendang, dan kuliner lainnya yang semua segar sehingga Sumbar optimis menghadapi MEA.
Sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar, Asnawi Bahar melihat belum ada produk unggulan Sumbar yang memiliki daya saing guna menghadapi MEA, karena produk-produk daerah ini belum memiliki kualitas standar internasional.
Ia mengatakan produk yang dimiliki Sumbar hanya dapat bertahan di daerah sendiri seperti adanya rendang atau sanjai dan belum memiliki kemampuan bersaing di pasar internasional.
"Sumbar tidak memiliki produk massal seperti sayur-sayuran, produk-produk pertanian dalam memasuki MEA, sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan tidak siap, namun langkah yang dapat dilakukan Sumbar saat ini ialah dengan mengolah produk bahan baku seperti sawit, gambir, kulit manis dan karet menjadi minimal barang setengah jadi sebelum diekspor," jelasnya. (*)
Pewarta: Vicha Faradhika
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
