
WWF: Gajah Jadi Musuh Petani Sawit

Jakarta, (ANTARA) - Koordinator program spesies harimau dan gajah WWF Indonesia Sunarto Phd mengatakan Gajah Sumatera (Elephans maximus sumatranus) menjadi salah satu musuh petani sawit. "Dalam satu situs mengenai budidaya kelapa sawit, dijelaskan gajah menjadi salah satu musuh petani sawit bersama dengan dengan ulat bulu dan sebagainya," ujar Sunarto di Jakarta, Senin. Gajah memakan pohon sawit muda, lanjut dia, dan jika sudah dimakan oleh gajah maka sawit akan sulit tumbuh. Hal itu yang menjadi penyebab gajah dijadikan musuh oleh petani atau pengusaha sawit. "Berbagai cara dilakukan untuk mengusir gajah mulai dari bunyi-bunyian, petasan hingga meracunnya." Sunarto menjelaskan konflik antara gajah dan manusia tidak dapat dihindarkan karena wilayah jelajah gajah untuk mencari makan telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan, konsesi atau pemukiman. "Konflik itu sebenarnya bukan barang baru, karena sudah terjadi sejak lama. Namun semakin mencuat ketika terjadi eksploitasi besar-besaran," tambah dia. Dari data WWF, penurunan populasi gajah terjadi cukup drastis dari berjumlah 1.342 pada 1985 menurun menjadi 210 pada 2007. "Kantong-kantong gajah hanya tinggal beberapa saja," tukas dia. Bahkan hingga 2012, kematian gajah masih terus berlangsung. WWF mencatat terjadi 27 kematian gajah yang terdiri dari 15 di Riau dan 12 di Aceh. "Dari hasil penyelidikan kami, diketahui selain konflik kematian gajah juga disebabkan perburuan sistematis. Hal itu diketahui dari pemotongan gading yang terstruktur," tambahnya. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan Dr Ir Novianto Bambang W MSi mengatakan pihaknya melakukan sosialisasi ke masyarakat maupun kerja sama dengan asosiasi pengusaha sawit untuk tidak menjadikan gajah sebagai musuh. Dengan demikian, Novianto mengharapkan kematian gajah akan semakin berkurang pada tahun-tahun mendatang. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
