Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Bukittinggi edukasi pendidikan politik bagi perempuan

Senin, 7 September 2026 15:53 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias membuka kegiatan edukasi kesadaran berpolitik bagi perempuan, Senin (7/9). Pemkot Bukittinggi menegaskan pendidikan politik bagi perempuan penting untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam kehidupan demokrasi. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar pendidikan politik bagi perempuan se-Kota Bukittinggi untuk meningkatkan partisipasi politik dari kalangan perempuan daerah setempat.

Wali Kota (Wako) Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Senin (7/8) menyampaikan pendidikan politik bagi perempuan penting untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam kehidupan demokrasi, menciptakan kebijakan publik yang inklusif, serta membangun keluarga dan generasi yang sadar politik.

Menurutnya pemahaman hak politik juga menjadi bekal bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan mencegah marginalisasi.

“Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran politik di lingkungan keluarga. Karena itu, pemahaman terhadap hak dan kewajiban politik perlu terus ditingkatkan," kata Ramlan.

Wako menegaskan Pemkot Bukittinggi berkomitmen memberikan ruang dan dukungan melalui pendidikan politik, agar perempuan semakin aktif dalam demokrasi, mampu menyampaikan aspirasi, serta turut memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Bukittinggi.

Kegiatan yang didukung legislator perempuan dari DPRD Kota Bukittinggi, Linda Wirdayanti, menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pengamat politik dan kesekretariatan DPRD Provinsi.

Linda menyampaikan pendidikan politik perempuan menjadi wadah untuk meningkatkan keberanian dan kecerdasan perempuan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mampu mengambil peran dalam kehidupan politik serta menjadi pemimpin di masa depan.

"Politik bukan hanya masalah kekuasaan dan uang, tetapi bagaimana membangun kebersamaan, menyampaikan aspirasi dan mengemban amanah untuk memperjuangkannya," kata Linda.

Ia mengatakan oerempuan harus berani berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga dapat memperkuat kebijakan yang berdampak bagi masyarakat dan Kota Bukittinggi.

Sekretaris Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bukittinggi, Ramon Arisa Putra, menambahkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran politik masyarakat, khususnya perempuan, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Kegiatan ini juga diikuti 45 peserta yang seluruhnya merupakan utusan dari masing-masing kecamatan se-Kota Bukittinggi yang diharapkan dapat memahami dinamika politik, mengevaluasi kinerja pemerintah, serta memberikan masukan yang konstruktif bagi kemajuan Kota Bukittinggi," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026